Dukung UMKM ‘Go-Digital’, Program ShopeePay Semangat Usaha Lokal Hadir di Makassar
Kali ini program ShopeePay Semangat Usaha Lokal merangkul berbagai UMKM lokal di Makassar untuk go digital.
“Persaingan bisnis kuliner kota Makassar dapat dikatakan cukup ketat, apalagi dengan adanya pandemi yang membuat masyarakat semakin berhati-hati dengan pengeluaran mereka, dan dalam memilih di mana mereka membelanjakan uang. Saya berharap program ShopeePay Semangat Usaha Lokal dapat mendorong masyarakat untuk semakin mendukung bisnis kuliner kecil di masa pandemi ini,” tutur Wawan.
Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam mengatakan, Program Semangat Usaha Lokal hadir sebagai upaya berkelanjutan dari ShopeePay untuk menghadirkan solusi dari hulu ke hilir bagi para pemilik UMKM di kota Makassar.
“Dengan sistem pembayaran digital yang terintegrasi dalam ekosistem QRIS, ShopeePay ingin memperluas inklusi keuangan digital hingga seluruh penjuru Nusantara. Masyarakat kota Makassar juga dapat menikmati promo cashback hingga 60% di tiga pujasera favorit kota Makassar yang kami hadirkan sebagai stimulus untuk membantu UMKM agar dapat bertumbuh, terutama di masa pandemi ini. Sembari tetap kami imbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran,” ujarnya.
Semangat UMKM Makassar, Semangat Pengusaha Muda
Semangat berwirausaha dapat tumbuh pada siapapun. Tidak sedikit kalangan pemuda yang kerap menunjukkan semangat berwirausaha dengan ide-ide serta inovasi yang beragam. Berbagai wirausaha muda bisa ditemukan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk Makassar.
Komunitas Tangan di Atas (TDA) ranting Makassar merupakan cerminan dari banyaknya pengusaha muda yang terdapat di Makassar.
Ketua TDA Makassar Ahmad Fadli Taufik menuturkan, sekitar 80% dari 430 anggota aktif komunitas tersebut merupakan pengusaha muda berusia di bawah 30 tahun.
Fadli telah menyaksikan bagaimana rekan-rekannya memulai, meraih kesuksesan, bahkan mengalami kegagalan dalam usahanya. Tidak sedikit pebisnis UMKM yang mengalami turbulensi di masa pandemi.
Bahkan, beberapa dari mereka harus melakukan peralihan lini bisnis. Oleh karena itu, menurutnya, adaptasi dan inovasi menjadi kunci dalam mempertahankan bisnis di situasi ini, termasuk juga digitalisasi.
“Optimalkan ekosistem digital dari segala sisi,termasuk dalam hal metode transaksi, seperti yang dihadirkan oleh ShopeePay. Dengan kehadiran program ShopeePay Semangat Usaha Lokal, kami berharap akan semakin banyak pengusaha UMKM di Makassar dan sekitarnya yang memanfaatkan layanan pembayaran digital untuk mengembangkan bisnis mereka, dan mendorong revitalisasi perekonomian Sulawesi Selatan secara lebih luas,” ucap Fadli.
Semangat berwirausaha juga terlihat pada sosok Khalid Abdul Rahman, pemuda berusia 27 tahun yang merupakan Founder dari Kaku Food, perwakilan merchant ShopeePay di Makassar.
Dengan jiwa wirausaha yang tinggi, Khalid pertama kali memulai bisnis kuliner pada tahun 2018. Akan tetapi, bisnis pertamanya tersebut hanya bertahan satu bulan. Hal itu disebabkan karena ia kurang persiapan, termasuk dalam hal riset pasar dan sumber daya manusia.
Kegagalan tidak membuat Khalid menyerah. Ia menjadikannya sebagai sebuah pelajaran. Tahun 2019, Khalid pun memberanikan diri untuk memulai kembali. Tidak lupa, ia mematangkan perencanaan pada lima pilar penting dalam membangun usaha, yakni finansial, marketing atau pemasaran, produksi, sumber daya manusia, serta riset dan pengembangan.
Dengan aneka ragam jajanan seperti Pisang Coklat, Pangsit Goreng, Tahu Bakso, dan Bakso Goreng, Kaku Food berhasil mengambil hati para pelanggan. Kini, Kaku Food telah memiliki tujuh cabang gerai.
“Riset pasar yang kami lakukan menghasilkan produk-produk yang sangat digemari oleh pelanggan kami. Selain menghadirkan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat, penting juga bagi sebuah bisnis untuk memberikan kenyamanan lebih dalam bertransaksi seperti menyediakan layanan pembayaran digital,” ungkap Khalid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/shopee23.jpg)