Breaking News:

Ingin Beralih ke BBM RON Tinggi? Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan Pemilik Sepeda Motor

Rasio kompresi merupakan faktor penentu dari jenis bahan bakar yang sesuai untuk sebuah kendaraan bermotor.

Shutterstock
Penggunaan BBM dengan jenis RON yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan pada mesin motor. 

TRIBUNNEWS.COM - Mengikuti anjuran dari pemerintah, saat ini masyarakat telah atau segera beralih dari penggunaan BBM RON rendah ke BBM RON tinggi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor mereka.

Anjuran ini pun bukan tanpa sebab, faktanya BBM RON tinggi memang memiliki banyak kelebihan. Mulai dari mengurangi emisi gas kendaraan bermotor hingga menghemat biaya pengisian BBM.

Namun, bagi mereka yang ingin beralih menggunakan BBM RON tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna sepeda motor. Hal itu adalah rasio kompresi dari motor yang dimiliki.

Apa itu rasio kompresi motor?

Rasio kompresi merupakan faktor penentu dari jenis bahan bakar yang sesuai untuk sebuah kendaraan bermotor.

Melansir Kompas, rasio kompresi adalah perbandingan antara volume silinder ketika piston berada di titik terendah dengan posisi piston pada titik paling atas. Semakin tinggi perbandingannya, maka udara yang terkompresi semakin besar, dan jumlah BBM yang terbakar pun bisa semakin banyak.

Agar hasil pembakaran maksimal, kompresi dengan ukuran rasio tertentu dibutuhkan sesuai dengan bahan bakar yang digunakan. Semakin tinggi rasio kompresi dari sebuah motor, maka dibutuhkan bahan bakar dengan RON yang semakin besar pula, begitu juga sebaliknya.

Rasio Kompresi Mesin
Rasio Kompresi Mesin (Mazda USA)

Penggunaan jenis BBM dengan RON yang tidak sesuai akan menimbulkan risiko kerusakan jangka panjang pada mesin motor.

Jika motor menggunakan BBM dengan RON yang terlalu tinggi, maka bensin akan lebih sulit terbakar. Sebaliknya, jika menggunakan BBM dengan RON yang terlalu rendah, maka mesin motor juga berpotensi mengalami masalah.

Menurut Kepala Mekanik AHASS DAM Wahyudin, jika BBM yang digunakan RON-nya terlalu rendah akan terjadi efek menggelitik dalam mesin motor.

"Ketidaksesuaian penggunaan bahan bakar pada mesin ini bisa mengakibatkan mesin brebet, kurang tenaga, atau menggelitik," jelasnya.

Ketahui spesifikasi motor dengan baik

Agar mesin motor tetap awet, pemilik sepeda motor perlu mengetahui spesifikasi motor dengan baik. Dalam beberapa kasus, pemilik sepeda motor kerap memilih BBM dengan RON yang tidak sesuai, karena mereka tidak mengetahui dengan jelas spesifikasi dari kendaraan yang mereka miliki.

Menurut Wahyudin, spesifikasi motor dapat diketahui dari brosur motor. Dalam lembar spesifikasi, pemilik motor akan dapat menemukan perbandingan kompresi dari mesin yang digunakan motor tersebut.

Pengisian BBM pada motor dengan RON yang tepat
Pemilik motor perlu mengetahui spesifikasi kendaraan dengan baik untuk memilih jenis BBM yang tepat (KOMPAS.com/Ruly)

Kepala Bengkel Honda, AHASS Daya Motor Cibinong dan Sawangan Asep Suherman pun menyebutkan hal serupa. Ia mengatakan bahwa penjelasan soal bahan bakar yang cocok digunakan untuk sebuah jenis motor dapat ditemukan di buku pedoman motor.

"Semua tergantung spesifikasi motor tersebut. Atau sederhananya bisa dilihat dari perbandingan kompresi motor tersebut," ujar Asep.

Menurutnya, pengendara yang sudah terbiasa dengan motornya akan merasakan perbedaan dari tarikan mesin saat menggunakan bensin dengan RON yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Asep kemudian menerangkan jenis BBM yang sesuai untuk rasio kompresi motor yang berbeda. Untuk kompresi 7:1 sampai 9:1, cukup menggunakan BBM Premium (oktan 88).

Jika pemilik motor menginginkan kualitas yang lebih baik, jenis motor dengan rasio kompresi tersebut dapat menggunakan BBM Pertalite (oktan 90).

Dari pengamatan Asep, rata-rata motor zaman sekarang memiliki rasio kompresi yang berjumlah minimal 9:1. Karena itu, jenis BBM Pertalite lebih disarankan untuk pemilik sepeda motor.

Kemudian, untuk jenis motor dengan rasio kompresi yang lebih besar, BBM RON Tinggi seperti Pertamax dan Pertamax Plus menjadi jenis BBM yang direkomendasikan.

"Untuk kompresi di kisaran 10:1 sampai 11:1, alangkah baiknya menggunakan Pertamax (oktan 92). Lalu, kompresi 11:1 sampai 12:1, sebaiknya menggunakan Pertamax Plus (oktan 95)," terangnya.

Pertamina sebagai perusahaan BUMN yang berkomitmen mendukung terciptanya kemandirian energi nasional telah menyediakan berbagai jenis BBM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari Premium (oktan 88), Pertalite (oktan 90), Pertamax (oktan 92), dan Pertamax Plus (oktan 95) dapat ditemukan di Pertamina. Tidak hanya itu, Pertamina juga menyediakan BBM dengan RON tertinggi, yaitu Pertamax Turbo (oktan 98). 

Penggunaan BBM RON tinggi sendiri merupakan bagian dari program Pertamina Langit Biru (PLB), yang merupakan upaya dari Pertamina untuk mengurangi pencemaran udara dengan mendorong penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved