Banyak UMKM Berpotensi Tembus Pasar Global, Ini Mimpi Jokowi

Jokowi menekankan peningkatan daya saing produk lokal dalam kompetisi global melalui ekosistem digital untuk meningkatkan produktivitas.

Editor: Sanusi
YouTube Kesekretariatan Presiden
Presiden Jokowi mengenakan baju kampret, busana adat suku Baduy luar saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Senin (17/8/2021) di gedung DPR/MPR Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menyimpan potensi dan harapan yang besar untuk bersaing di pasar global.

Setidaknya, hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR pada Senin (16/8/2021) kemarin.

Jokowi menyampaikan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjawab harapan tersebut, salah satunya adalah kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya perusahaan besar, untuk menjadi bagian dari rantai pasok global.

Baca juga: Tak Kenakan Baju Adat, Jokowi Pimpin Upacara Penurunan Bendera

“Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga menekankan peningkatan daya saing produk lokal dalam kompetisi global melalui ekosistem digital untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Saat Presiden Jokowi Menyapa Masyarakat Poso dan Merauke Melalui Konferensi Video

Salah satunya adalah dengan menggenjot capaian digitalisasi UMKM ke aplikasi perdagangan elektronik atau e-commerce dan lokapasar (marketplace).

Sampai Agustus 2021, digitalisasi UMKM semakin bertambah. Hingga berita ini ditayangkan, ada 14 juta UMKM yang telah bergabung dengan aplikasi e-commerce.

Baca juga: Kritikan Koalisi Sipil Jokowi Berbusana Baduy: Pakaian Adat Dipakai, Masyarakatnya Digusur

Data yang dilansir Senin (16/8/2021). salah satu e-commerce dan kontributor terbesar di bidang digitalisasi UMKM Indonesia, yakni Shopee, berhasil membantu lebih dari 180 ribu UMKM untuk menjangkau pasar global.

Mendorong UMKM go international lewat program e-commerce

Berkat jaringan perdagangan lintas batas yang dimiliki Shopee, pelaku UMKM tak hanya didorong untuk berjualan di pasar lokal, tetapi juga memasarkan produknya di luar negeri, mulai dari Asia Tenggara hingga Brasil.

Produk lokal karya UMKM lokal Indonesia seperti produk fesyen pun berhasil menembus pasar dunia dan menjadi salah satu yang paling digemari.

Menurut data Shopee, pada tahun 2021 tercatat ada lebih dari 50 ribu produk lokal yang terjual di luar negeri dengan enam negara tujuan ekspor, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand dan Brasil.
UMKM lokal yang menjual produk kulit, Wallts, adalah salah satu dari banyak produk yang digemari di mancanegara.

Sang pemilik, M Adzwin Perwira, mengaku usahanya saat ini berhasil meningkat 40 kali lipat setelah memasarkannya di e-commerce Shopee. Melalui program ekspor dari Shopee, berbagai produk andalan Wallts seperti dompet kulit bisa dijual hingga ke luar negeri.

"Karena saya bayangkan ekspor itu susah, siapkan cukai dan lainnya, ternyata Shopee juga ada edukasinya," katanya pada Senin (16/8/2021) dalam webinar yang diadakan oleh salah satu perusahaan dagang elektronik.
Setelah berhasil memasarkannya ke luar negeri, Adzwin berencana untuk melakukan diversifikasi produk agar bisa menggaet pasar lebih luas.

Dukungan edukasi bagi UMKM pun terus datang dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah hingga sektor swasta. Salah satunya dengan didirikannya Kampus UMKM Shopee di beberapa kota besar seperti Bandung, Solo dan Semarang.

Secara khusus, Kampus UMKM hadir demi mendorong peningkatan UMKM untuk naik kelas dan mempersiapkan UMKM agar lebih berdaya saing.

Maka itu, pada momen kemerdekaan ini, Jokowi mengingatkan pentingnya kolaborasi untuk bersama membangun potensi ekonomi digital, agar makin banyak UMKM yang sukses tembus pasar global.

“Partisipasi ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp 253 triliun. Nilai ini akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun di tahun 2021,” pungkas Jokowi.

Simak juga wawancara eksklusif bersama Eks Komisaris Independen Garuda Yenny Wahid di bawah ini:

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved