Breaking News:

Pertumbuhan Ekonomi RI Positif, Diharapkan Jumlah Penerima Jaring Pengaman Sosial Menurun

Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial tahun 2022 sebesar Rp 427,5 triliun.

Tribunnews.com/Reza Deni
Wihadi Wiyanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah masyarakat penerima program jaring pengaman sosial diharapkan menurun.

Harapan itu cukup beralasan, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 cukup positif, yakni 7,07%.

"Saya kira dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, yang menerima jaring pengaman sosial akan menurun. Saya kira itu yang bisa dilihat secara positif," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto dalam pernyataannya, Kamis (19/8/2021).

Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial tahun 2022 sebesar Rp 427,5 triliun.

Baca juga: Indonesia Berhasil Keluar dari Resesi, Ketua Banggar DPR Apresiasi Tim Ekonomi Jokowi

Anggaran tersebut turun 12,4% dari outlook anggaran perlindungan sosial tahun 2021 sebesar Rp 487,8 triliun.

Wihadi mengatakan, penurunan anggaran perlindungan sosial tidak perlu direspons negatif.

"Anggarannya juga masih cukup besar kok," ujarnya.

Wihadi menilai anggaran perlindungan sosial yang dialokasikan pemerintah untuk tahun 2022 masih positif.

Bahkan, menurut dia, anggaran perlindungan sosial di tahun 2022 masih cukup tinggi kenaikannya dibandingkan tahun 2020, sebesar Rp233,69 Triliun.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved