Sederet Program Pemerintah Terkait Hilirisasi Batubara

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bakal mendorong hilirisasi batubara.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Willem Jonata
BUKIT ASAM PRIMA
Tambang batubara Bukit Asam 

Sebagai informasi, kebutuhan metanol akan semakin meningkat di masa mendatang. Bahan baku metanol sangat dibutuhkan dalam industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood.

Metanol juga sangat berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Kemudian metanol merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel.

Tak hanya sampai disitu, metanol dapat diolah lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dapat dimanfaatkan sebagai produk bahan bakar.

Kemudian program kedua adalah pengembangan batubara untuk menghasilkan Syngas, SNG, Amonia, dan Hidrogen.

Ketiga, pengembangan batubara melalui briket batubara-biomassa dan briket batubara terkarbonasi untuk PLTU dan industri kecil atau UMKM.

Keempat, pengembangan batubara untuk industri metalurgi.

Kelima, penyiapan pengembangan batubara untuk menghasilkan produk material maju dan Rare Earth Element (REE).

Keenam, pengembangan batubara untuk material agro industri.

Ketujuh, penyiapan infrastruktur coal upgrading untuk mendukung ketahan energi dalam negeri.

Dan yang kedelapan, penerapan High Efficiency Low Emissions (HELE) CCS-CCUS dalam pembangkit listrik dan proyek hilirisasi batubara.

“Delapan program ini lah yang akan menjadi arah atau program dari hilirisasi batubara,” pungkas Sujatmiko.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved