Breaking News:

KAI Akan Pidanakan Pelaku Pelemparan Batu Terhadap Kereta Api yang Sedang Melintas

Kereta Api Indonesia mengecam aksi pelemparan batu, yang marak dilakukan terhadap Kereta Api (KA) yang melintas di jalur Stasiun Kiaracondong

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, yakni Stasiun Manggarai, Depok, Pasar Minggu, Bekasi Timur, Serpong, Jurangmangu, Jakarta Kota, Juanda, Sudirman, Kebayoran, dan Palmerah. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengecam aksi pelemparan batu, yang marak dilakukan terhadap Kereta Api (KA) yang melintas di jalur Stasiun Kiaracondong, kota Bandung.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pihaknya sangat mengecam aksi pelemparan batu terhadap KA yang melintas di jalur Stasiun Kiaracondong.

"Pelemparan batu terhadap KA ini, dapat membahayakan perjalanan dan melukai penumpang maupun petugas kereta," ucap Joni.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Melandai, Jumlah Penumpang KRL Senin Pagi Meningkat 8 Persen

Joni menjelaskan, KAI akan memproses hukum bagi siapa saja yang kedapatan melakukan pelemparan batu terhadap kereta.

Pelaku pelemparan, lanjut Joni, dapat dipidana atas dengan mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1.

"Undang-undang tersebut tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," ucap Joni.

Baca juga: Penumpang KRL Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19, Berikut Aturan Lengkapnya

Ia juga mengungkapkan, bahwa pada Agustus 2021 lalu seorang masinis menjadi korban pelemparan batu hingga mendapatkan perawatan medis di Lahat, Sumatera Selatan.

"Lalu pada September 2021, sempat viral video pelemparan batu di jalur kereta api di sekitar stasiun Kiaracondong, Kota Bandung," ujar Joni.

KAI sendiri mencatat, pada 2018 terdapat 336 kasus pelemparan terhadap Kereta Api. Jumlah kasus sempat mengalami penurunan pada 2019 yaitu 256 kasus dan pada 2020 sebanyak 125 kasus.

"Namun di tahun 2021, pada periode Januari hingga Agustus telah terjadi 132 kasus pelemparan," ujar Joni.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved