Breaking News:

Asosiasi Pengusaha Sawit dan Semen Minta Zero ODOL Diundur Lagi Hingga 2025

Pengusaha keberatan dengan besarnya dana yang harus disiapkan untuk peremajaan armada demi menyesuaikan aturan Zero ODOL.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
JASA MARGA
Operasi penertiban truk lelet dan over tonase oleh Jasa Marga dan Korlantas Polri di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 41 pada 31 Januari - 6 Februari 2017. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan pengusaha sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta kepada Pemerintah memundurkan jadwal implementasi Zero ODOL (Over Dimension Over Load) pada kendaraan angkutan barang dari 2023 ke 2025.

Alasannya, industri sawit masih terdampak oleh pandemi Covid-19.

Anggota Bidang Kebijakan Publik GAPKI Agung Utomo, pengusaha keberatan dengan besarnya dana yang harus disiapkan untuk menyesuaikan aturan Zero ODOL.

Dia mengklaim, industri perkebunan kelapa sawit membutuhkan biaya Rp 59 triliun untuk menjalankan kebijakan Zero ODOL ini.

"Rinciannya, Rp 10 triliun untuk peremajaan armada lama sebanyak 14.628 unit dan pengadaan truk baru sebanyak 70.837 ribu unit senilai Rp49 triliun," kata Agung dalam keterangan persnya, Kamis (30/9/2021).

Zero Odol akan diberlakukan pemerintah untuk menurunkan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan barang, mempertahankan umur jalan dan menghindari kerusakan dini jalan, serta menciptakan biaya operasional yang lebih rendah.

Baca juga: Produsen Beton Ringan Minta Pemerintah Perhatikan Prakondisi Sebelum Penerapan Zero ODOL 2023

Agung mengatakan, untuk menyediakan dana sebanya itu tidak mudah, apalagi di tengah kondisi sulit akibat dampak pandemi yang sudah hampir dua tahun melanda di negeri ini.

Baca juga: Apindo Minta Pemberlakukan Zero ODOL Diundur hingga Situasi Kondusif

"Jadi, kami hanya meminta agar diberikan kesempatan untuk berbenah terlebih dulu dalam menghadapi pandemi yang terjadi hingga saat ini.

Setidaknya, kami meminta penerapan normalisasi ODOL itu bisa diundur lagi hingga tahun 2025 mendatang,” ujarnya.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved