Sabtu, 9 Mei 2026

Genjot Ekspor Melalui Pacific Exposition 2021, Target Transaksi Diyakini Tembus Rp 2 Triliun

Pemerintah menggenjot perdagangan ekspor produk unggulan dari kawasan timur Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Pacific Exposition 2021

Tayang:
Screenshot
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menggenjot perdagangan ekspor produk unggulan dari kawasan timur Indonesia ke negara-negara Pasifik melalui Pacific Exposition 2021 yang akan terselenggara secara virtual pada 27-30 Oktober 2021.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya menjelaskan, Pacific Exposition merupakan implementasi dari sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia, baik ke dalam maupun ke luar negeri.

"Luar negeri, Pacific Exposition adalah implementasi kebijakan, penguatan peran Indonesia di Pasifik, khususnya melalui sektor perekonomian dan perdagangan," kata Tantowi saat acara Indonesia Timur Sukseskan Pacific Exposition 2021 yang digelar secara virtual oleh Tribunnews.com, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, Pacific Exposition merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017, di mana Menteri Luar Negeri Indonesia diminta aktif melaksanakan diplomasi di luar negeri untuk dukung percepatan kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Jadi Pacific Exposition merupakan pameran perdagangan, investasi, dan pariwisata terlengkap di kawasan Pasifik. Kegiatan ini menggabungkan pameran bisnis dengan berbagai forum atau seminar yang membahas isu aktual," ujar Tantowi.

Oleh sebab itu, Tantowi menyebut pemerintah daerah di kawasan timur Indonesia yang terlibat dalam pagelaran tersebut, dapat memaksimalkan pemasaran berbagai barang dan jasa ke semua negara di kawasan Pasifik.

Baca juga: Tantowi Yahya Targetkan Transaksi Pacific Exposition 2021 Capai Rp 2 Triliun

"Ini dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan timur Indonesia dengan Pasifik, serta memperkuat identitas ke Pasifik-an Indonesia," paparnya.

"Kegiatan ini akan kembali melibatkan kurang lebih 20 negara teritori yang ada di kawasan Pasifik. 16 negara sudah menyampaikan konfirmasinya dalam acara ini," sambungnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang 2020 total nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara di Pasifik mencapai 9,025 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor sebesar 3,43 miliar dolar AS, dan nilai impor sebesar 5,58 miliar dolar AS.

Adapun pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam Pacific Exposition 2021 yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

onvestasi  ulustrasi
ilustrasi investasi

Targetkan Transaksi Rp 2 Triliun

Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menargetkan event virtual Pacific Exposition (PE 2) mampu menyerap nilai transaksi sebesar Rp 2 triliun.

Sebanyak enam provinsi di Indonesia turut mendukung event PE 2 di antaranya Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Papua.

"Transaksi Pacific Exposition ini minimum dua kali lipat. Itu yang kita harapkan," ucap Tantowi dalam webinar bertajuk Indonesia Timur sukseskan Pacific Exposition 2021, Senin (11/10/2021).

Ia bahkan optimistis nilai perdagangan bisa menembus Rp3 triliun sampai Rp4 triliun.

"Kalau dengar paparan dari Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saja sudah meyakini bisa sampai Rp2 triliun seharusnya kita bisa lebih dari itu," tutur Tantowi.

Baca juga: Dubes Tantowi Ajak Masyarakat Indonesia Timur Sukseskan Pacific Exposition 2021

Pihaknya menerangkan potensi yang akan dikejar dalam kegiatan ini ialah konektivitas di wilayah pasifik.

Menurutnya, konektivitas menjadi isu krusial di samping climate change (perubahan iklim) dan transportasi.

"Indonesia bisa dijadikan hub untuk masuk ke kawasan Asean. Nah ini yang coba kita bahas dalam pertemuan pacific talks," kata Tantowi.

Pacific Exposition merupakan kegiatan bertujuan menguatkan peran ekonomi Indonesia di kawasan Pasifik. 

Tantowi mengajak masyarakat di Indonesia Timur untuk turut menyukseskan event virtual Pacific Exposition 2021.

"Kita terbantu dengan adanya teknologi zoom. Tetapi tidak ada yang mengalahkan pertemuan fisik apalagi dalam konteks jual-beli negosiasi. Kita berharap ini yang terakhir (virtual)," imbuhnya.

Sebelumnya, pada penyelenggaraan PE 1 dihadiri sebanyak 5 ribu pengunjung di Selandia Baru.

Kegiatan offline itu mencetak transaksi bisnis sebanyak lebih dari Rp1,04 triliun.

Baca juga: Kepala Daerah Indonesia Timur Curhat ke Dubes Tantowi Soal Potensi Ekspor

Pembuat The Lord of The Rings Jadi Pembicara

Pemerintah menggelar Pacific Exposition 2021 pada 27-30 Oktober mendatang. Dalam acara tersebut, akan membahas isu-isu yang menjadi perhatian di kawasan pasific.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya menerangkan, terdapat lima seminar untuk membahas isu-isu yang menjadi perhatian di kawasan pasific.

Seminar pertama, Pasific Talks membahas isu kerja sama dan pembangunan di pasific dengan pembicara utama Sekretaris Jenderal The Pasific Islands Forum (PIF) Henry Puna.

Seminar kedua adalah Trade Investment and Creative Economy Forum. Forum tersebut membahas bagaimana peran perdagangan dan investasi ekonomi kreatif dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi di kawasan pacific pasca pandemi.

"Hadir sebagai panelis Sir Richard Taylor pendiri Weta Studio dari Selandia Baru. Weta Studio perusahaan film di Selandia Baru, yang memproduksi film box office seperti The Lord of the Rings, Iron Man, dan The Hobbit," ujar Tantowi.

Disampaikan Tantowi saat acara Indonesia Timur Sukseskan Pacific Exposition 2021 yang digelar secara virtual oleh Tribunnews.com, Senin (11/10/2021).

Kemudian, yang ketiga adalah Forum Pariwisata. Tantowi berujar, dalam forum tersebut akan bertukar pengalaman dan pandangan tentang kebijakan untuk mengatasi dampak pasca Covid-19 pada sektor pariwisata dan upaya-upaya di masa depan.

"Yang keempat Forum Kesehatan untuk bertukar pengalaman masukan dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat infrastruktur kesehatan di kawasan pasific termasuk Indonesia kawasan timur. Keynote speaker Ibu Menteri Luar Negeri," ucap Tantowi.

Menlu Retno Marsudi akan menjadi pembicara sebagai Co-Chair of the COVAX AMC Engagement Group. Kemudian, Forum Kelima membahas soal perikanan untuk pertukaran pengalaman dan masukan untuk mendorong perindustrian perikanan berkelanjutan di kawasan pasific pasca Covid-19. Dengan pembicara utama Wakil Perdana Menteri Tuvalu.

"Kami mengundang masyarakat timur Indonesia untuk aktif terlibat, baik sebagai exhibitor dan pengunjung untuk dapat memperluas pasar atau mengetahui perkembangan isu-isu yang terjadi di kawasan pasific," ucap Tantowi.

Baca juga: Pemerintah Genjot Ekspor Produk Kawasan Timur Indonesia melalui Pacific Exposition

Ajak Masyarakat Indonesia Timur Berpartisipasi

Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengajak masyarakat Indonesia timur berpartisipasi dalam Pacific Exposition 2021 yang digelar virtual.

Melalui forum ini, akan ada banyak insight yang bisa didapat seputar bisnis.

"Kami mengundang seluruh masyarakat di wilayah timur Indonesia untuk dapat aktif terlibat baik menjadi exhibitor maupun pengunjung," kata Tantowi dalam webinar bertajuk Indonesia Timur sukseskan Pacific Exposition 2021, Senin (11/10/2021).

Tantowi meyakini event internasional ini bisa membuka jejaring antar pebisnis sekaligus memperluas pasar produk unggulan.

"Kita juga menggelar seminar yang membahas isu-isu besar di kawasan Asia Pasifik," lanjutnya.

Sebanyak enam provinsi di Indonesia turut mendukung event PE 2 di antaranya Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Papua.

Tantowi menyampaikan terimakasih kepada ke enam provinsi di wilayah Indonesia timur yang menjadi wajah Indonesia di Pacific Exposition 2021.

"Pacific Exposition 2021 ini terbuka untuk seluruh masyarakat bukan hanya kawasan Indonesia timur karena ini virtual. Jadi kegiatan ini berlangsung 24 jam bisa diakses di seluruh dunia," ucap dia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved