Breaking News:

YLKI: Masih Ada Pinjol Resmi yang Terapkan Bunga 'Mencekik'

Baru-baru ini Satgas Waspada Investasi (SWI) memberangus 151 praktik peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) tanpa izin

Tehran Times
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Baru-baru ini Satgas Waspada Investasi (SWI) memberangus 151 praktik peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) tanpa izin.

Praktik pinjol tersebut benar-benar meresahkan masyarakat, selain beroperasi secara ilegal, mereka juga menerapkan bunga pinjaman yang cukup tinggi.

Mereka benar-benar meresahkan masyarakat.

Praktik peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) tengah menjadi sorotan banyak pihak.

Hal ini disebabkan oleh masih adanya praktik pinjol dengan bunga tinggi yang dinilai merugikan masyarakat.

Baca juga: Langkah Satgas Hadapi Pinjol Ilegal, Ini Daftar 4 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, fintech lending memiliki potensi untuk membantu perekonomian nasional.

Namun dengan semakin menjamurnya layanan tersebut, praktik-praktik yang justru merugikan masyarakat masih bermunculan.

Biasanya, praktik-praktik merugikan seperti bunga pinjaman yang mencekik terjadi ketika masyarakat melakukan pinjaman ke pinjol ilegal.

Akan tetapi, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan, masih ada masyarakat yang menyampaikan aduan, terkait bunga pinjaman tinggi dari fintech legal.

"Masih ada fintech legal yang diadukan ke YLKI," kata Anggota Tim Pengaduan YLKI Rio Priyambodo, kepada Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Kapolri Keluarkan Perintah: Tindak Tegas Pinjol Ilegal yang Meresahkan Masyarakat!

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved