Breaking News:

Peran Komunikasi dan Keprotokoleran Penting dalam Membangun Reputasi Perusahaan

Komunikasi memiliki peranan penting dalam rangka membangun reputasi perusahaan, begitupun dengan keprotokoleran.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Nasabah melakukan transaksi di Kantor Pegadaian, Jakarta, Jumat (6/8/2021). Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ternyata membuat jumlah nasabah yang melakukan gadai meningkat pesat. Hingga semester I 2021, Pegadaian raih total omset sebesar Rp 80 triliun. Jika dirinci omset gadai konvensional naik 5,9% yoy menjadi Rp 68 triliun dan omset gadai syariah sebesar 7,4% yoy menjadi Rp 12 triliun pada semester I 2021. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunikasi memiliki peranan penting dalam rangka membangun reputasi perusahaan, begitupun dengan keprotokoleran.

Keduanya seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi nilai dari mata uang itu sendiri.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani mengatakan, kehormatan seseorang akan muncul dari tutur kata atau cara seseorang dalam komunikasi, citra diri seseorang muncul dari tata busana atau penampilannya.

Baca juga: 66 Orang Karyawan Pegadaian Penyandang Disabilitas

"Dengan demikian fungsi komunikasi dan protokoler yang menata penampilan dalam beracara menjadi hal utama dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan maupun reputasi perusahaan,” katanya saat membuka acara Workshop Protokoler 2021 yang diikuti oleh praktisi protokoler seluruh Indonesia, ditulis Senin (1/11/2021).

Workshop Protokoler PT Pegadaian digelar selama 2 (dua) hari yakni tanggal 30-31 Oktober 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Gunakan DKU Rp 2 M, Pegadaian Syariah Gulirkan Program Merdeka Buat Warga dan Tenaga Kesehatan

Tampil sebagai nara sumber utama Dr. Ahmad Taufik, MSi Widya Iswara Ahli Madya dari Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (PPKASN) Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Ahmad Taufik menjelaskan, secara umum keprotokoleran mengatur tata tempat, tata acara, dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai jabatan dan kedudukannya dalam negara, pemerintahan dan masyarakat.

“Keprotokoleran secara umum mengatur penghormatan kepada Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional serta Tokoh Masyarakat tertentu dan/atau Tamu Negara sesuai dengan kedudukan, dalam negara, pemerintah, dan masyarakat”.

Baca juga: Ini Dia Juara Lomba Karya Jurnalistik IJTI-Pegadaian 2021

Lebih lanjut Taufik mengatakan keprotokoleran juga memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, dan teratur sesuai dengan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Keprotokoleran yang baik sangat bermanfaat dalam tata pergaulan antar bangsa atau masyarakat.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved