Breaking News:

10 Saham yang Banyak Dilepas Investor Asing di Saat IHSG Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menanjak, meski sempat memerah menjelang penutupan hari kemarin.

Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews/Jeprima
Karyawan beraktivitas di antara layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/12/2021) berseri-seri.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menanjak, meski sempat memerah menjelang penutupan hari kemarin.

IHSG menguat tipis 1,22 poin atau 0,02% ke level 6.603.798 pada penutupan perdagangan.

Kenaikan IHSG ditopang menguatnya enam sektor dari 11 sektor di BEI.

Sektor yang menguat paling tinggi adalah sektor teknologi 3,44%, sektor properti dan real estate 0,53%, transportasi 0,44%, keuangan 0,22%, sektor konsumer primer 0,11% dan sektor kesehatan

Baca juga: IHSG Rabu Dibuka Menghijau Menguat 0,33 Persen ke 6.624

Sementara sektor yang turun adalah sektor perindustrian 1,79%, sektor infrastruktur 0,88%, sektor barang baku 0,38%, sektor energi 0,30% dan sektor konsumer nonprimer 0,30%.

Total volume perdagangan saham di BEI hari Rabu mencapai 31,30 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 20,41 triliun. Ada 240 saham yang menguat, 272 saham yang merosot dan 162 saham yang stagnan.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 2,54 triliun di seluruh pasar.

Baca juga: IHSG Dibuka Bergerak Tipis, Saham-Saham Dengan Penjualan Bersih Tinggi ASII, BUKA dan KLBF

Tapi asing juga mencatat net sell terbesar pada sejumlah saham ini saat IHSG menguat. Asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) sebesar Rp 694,7 miliar.

Namun saham INTP ditutup menguat 1,03% ke Rp 12.275 per saham. Total volume perdagangan saham INTP mencapai 62,43 juta dengan total nilai transaksi Rp 754,8 miliar.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved