Bandara Juanda Mulai Layani Penerbangan Umrah ke Tanah Suci

Bandara Juanda Surabaya kembali melayani penerbangan langsung untuk jemaah umrah ke Tanah Suci setelah 2 tahun tidak beroperasi

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Keberangkatan perdana 419 jamaah umrah Samira Travel yang berasal dari berbagai daerah seperti: Batam, Pekabaru, Bengkulu, Jakarta, Samarinda, Balikpapan, Berau, Jawa Barat, Makasar dan NTB. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, mewakili Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Ceo dan Founder Samira Travel Fauzi Wahyu Muntoro, Wakil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Sulaiman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi dan Haji Terpadu Jaja Jaelani, dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin. Hilman menyampaikan pesan Menag Gus Yaqut agar mematuhi aturan di tanah air dan di Arab Saudi. "Saat ini kita melepas umrah perdana, karenanya saya berpesan jemaah umroh untuk tetap menerapkan peraturan yang berlaku, tunjukan bahwa jamaah umrah patuh pada aturan dan prokes yang telah di tetap, ingat bahwa pandemi belum berakhirnya," ujar Hilman Latief saat memberikan arahan kepada jamaah, Sabtu (8/1/2022) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ceo dan Founder Samira Travel Fauzi Wahyu Muntoro, menambahkan, acara pelepasan ini mengharu biru, hal itu disebabkan mereka menunggu dua tahun hingga keberangkatan saat ini. Karena sebelumnya sempat beberapa kali terjadi drama dibuka dan ditutup keberangkatan umroh dari Indonesia. "Jamaah umroh dari Indonesia yang saat ini berangkat merupakan duta Indonesia. Karena mereka akan mempengaruhi kesuksesan umroh berikutnya, bahkan hingga ke haji," terangnya.//IST/FX ISMANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bandara Juanda Surabaya kembali melayani penerbangan langsung untuk jemaah umrah ke Tanah Suci setelah 2 tahun tidak beroperasi akibat pembatasan perjalanan karena pandemi.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, sebanyak 366 penumpang jamaah Umrah diberangkatkan dalam penerbangan perdana dengan menggunakan pesawat Airbus A330 Lion Airnomor penerbangan JT 1100 menuju Bandara Internasional Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah, Senin 14 Maret 2022 pukul 11.47 WIB.

“Angkasa Pura I sebagai operator Bandara Juanda Surabaya menyambut baik kembali dibukanya penerbangan langsung dari maskapai Lion Air untuk rute Surabaya-Madinah bagi jemaah umrah di Provinsi Jawa Timur,” ucap Faik, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Arab Saudi Cabut Aturan Karantina, Kemenag Minta Travel Umrah Tak Lengah Awasi Jemaahnya

“Ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan dari Pemerintah Arab Saudi atas semakin baiknya situasi penanganan Covid-19 di Tanah Air,” sambungnya.

Garuda Indonesia juga akan melayani penerbangan perdana langsung untuk jemaah umrah di Bandara Juandake Madinah pada Selasa, 15 Maret 2022.

General Manager Bandara Juanda Surabaya, Sisyani Jaffar mengatakan, Angkasa Pura I bersama stakeholders terkait telah melakukan serangkaian persiapan untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan umrah dari Juanda.

Baca juga: Kementerian Agama: Pelaksanaan Umrah jadi Persiapan Haji Tahun ini

“Untuk mengantisipasi kepadatan arus penumpang, kami telah mempersiapkan Terminal 2 sebagai area keberangkatan khusus bagi jemaah umrah sehingga tidak bercampur dengan operasional penerbangan domestik di Terminal 1,” tambahnya.

Sisyani menjelaskan, 366 penumpang jemaah umrah calon yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Antara lain menjalani pemeriksaan dokumen kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan telah memiliki International Certificate Vaccination (ICV) Meningitis serta Sertifikat Vaksin Covid-19.

"Kami juga telah melakukan langkah proaktif dengan mengimbau kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau agen travel untuk memastikan agar para jamaah telah memenuhi segala persyaratan sesuai regulasi terkait Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk memastikan setiap jamaah telah memiliki aplikasi PeduliLindungi guna kenyamanan dan ketertiban bersama," ungkap Sisyani.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved