Potret Peluang Ekonomi Nelayan Melalui Digitalisasi Bersama Shopee

banyak sekali peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui eCommerce, sehingga tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat

Dok: Istimewa
Sejumlah nelayan pulang dari melaut di Laut Jawa. Mereka menepikan kapal di pantai daerah Sarang, Rembang, Jawa Tengah 

TRIBUNNEWS.COM, JAWA TENGAH - Selepas melaut di Laut Jawa, puluhan nelayan pulang dan menyandarkan kapal mereka di tepi laut daerah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Mereka baru saja melaut setelah hampir seminggu tak dapat berlayar karena cuaca buruk.

Di kawasan yang sama, terlihat M Rokib (35), seorang penjual ikan asin yang sibuk melihat ikan yang akan ia olah menjadi ikan kering dan ikan asin. Sebelum Rokib membawa pulang ikan untuk dijual di eCommerce, pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang ini memastikan terlebih dahulu kualitas ikan olahan hasil tangkapan nelayan.

Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan daerah Sarang karena inisiatifnya membeli langsung hasil tangkapan ikan dari para nelayan dengan harga yang pantas.

Baca juga: Shopee Big Ramadan Sale 2022, Ini Kejutan Seru bagi Pengguna yang Tak Boleh Dilewatkan!

“Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga,” jelas Rokib.

Sebagai warga pesisir, Rokib tahu tidak semua nelayan melek teknologi. Padahal menurutnya banyak sekali peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui eCommerce, sehingga tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat.

“Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi pembelinya itu-itu saja. Saya terpikir untuk memperluas jangkauan dan peluang dengan menjual ikan secara online,” lanjutnya.

Awalnya, Rokib menjual olahan ikan melalui media sosial pribadi yang dimulai pada akhir tahun 2019. Setahun berjalan, penjual di media sosial pribadinya perlahan sepi. Rokib terus mencari cara agar tetap dapat menjual olahan ikan hasil nelayan Rembang, hingga dia menemukan informasi mengenai berjualan online.

Bak gayung bersambut, di awal tahun 2020, dia mendapat kabar di daerahnya akan ada kegiatan pelatihan bisnis digital dari Shopee. Rokib mengikuti pelatihan tersebut hingga akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore.

Baca juga: Dukung Ekonomi Digital yang Dinamis dan Inklusif, Ini Komitmen Shopee Sepanjang Tahun 2021

“Melalui Bimbel Shopee, Saya masih ingat saat pelatihan diajari cara upload produk yang baik dan menarik, cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli, sampai cara memahami persaingan harga dan strateginya seperti apa. Saya juga ingat waktu itu trainer-nya masih saya tanya-tanya terus setelah pelatihan,” ungkap Rokib.

Rokib (kanan) sedang membeli ikan olahan hasil tangkapan nelayan sebanyak 35 kg untuk dijual di Shopee. Rokib membeli langsung ikan olahan melalui istri nelayan
Rokib (kanan) sedang membeli ikan olahan hasil tangkapan nelayan sebanyak 35 kg untuk dijual di Shopee. Rokib membeli langsung ikan olahan melalui istri nelayan (Dok. Istimewa)

Perlahan penjualan online Rokibstore mulai stabil. Dari yang sebelumnya mendapat 5 orderan per hari, kini meningkat menjadi 20 sampai 60 orderan per hari.

Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Dia ingin dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya.

Baca juga: Komitmen Dampingi UMKM Lokal Masuk Pasar Digital, Kampus UMKM Shopee Hadir di Kalimantan Timur

Bahkan, Rokib menilai dirinya hanya membantu mempromosikan secara digital hasil panen nelayan. “Para nelayan di sini harus terus melaut untuk berpenghasilan. Sementara pasar di pesisir ini sangat terbatas dan enggak semua nelayan melek teknologi. Jadi saya menganggap sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Pasar jadi lebih luas dan ikan mereka laku,” pungkas Rokib.

Digitalisasi Shopee untuk Para Nelayan dan Pelaku UMKM Pesisir

Tak hanya berdampak bagi nelayan, menjual secara online olahan ikan juga memberikan peluang pekerjaan dari UMKM. Seperti toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah. Toko ini menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved