PLN Pastikan Pasokan Listrik di Seluruh Indonesia saat Idulfitri 1443 H dalam Keadaan Aman

Direktur Utama PT Perusahan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia saat Idulfitri aman

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Minggu (1/5/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia saat Idulfitri 1443 H, dalam kondisi aman.

Darmawan menyebut, kondisi pasokan listrik dinyatakan aman setelah pihaknya meyakinkan adanya perbandingan riset margin yang cukup besar.

"Daya mampu pasok kita cukup, riset margin kita juga sangat cukup, dan untuk itu saya mengumumkan bahwa dari sudut pandang kapasitas kita aman dalam menghadapi lebaran Idulfitri 1443 H," kata Darmawan saat jumpa pers di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pemudik Pakai Kendaraan Listrik, PLN Optimalkan Delapan SPKLU di Tol Trans Jawa

Adapun dalam rinciannya, Darmawan mengungkapkan, bahwa secara keseluruhan kapasitas total pembangkit listrik di Indonesia memiliki daya 64,3 Giga Watt.

Sedangkan untuk beban puncak pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini dideteksi pihaknya hanya sekitar 31 Giga Watt.

"Kapasitas pembangkit listrik di Indonesia 64,3 Giga Watt sedangkan beban puncak yang kita deteksi adalah sekitar 30-31 Giga Watt," beber Darmawan.

Dari segi masing-masing wilayah, di mana untuk wilayah pertama yakni, Jawa Madura Bali (Jamali) daya mampu pasok dalam wilayah tersebut kata Darmawan adalah 32 Giga Watt.

Sedangkan dalam datanya, kalau beban puncak diperdiksi saat ini hanya 19,5 Giga Watt 

"Artinya juga riset marginnya sangat cukup," ucap Darmawan.

Baca juga: PLN Tingkatkan Program Kemitraan Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Kemudian untuk wilayah Sumatera, Kalimantan daya mampu pasok adalah 10,4 Giga Watt sedangkan untuk beban puncaknya sekitar 7,76 Giga Watt.

Artinya dia memastikan untuk wilayah Sumatera Kalimantan riset marginnya cukup serta pasokan listrik juga cukup.

Terakhir untuk Indonesia Timur yakni Sulawesi, Maluku Papua dan Nusa Tenggara daya mampu pasok 3,5 giga Watt, sedangkan dengan beban puncak sekitar 2,9 giga Watt.

"Untuk wilayah Sulmapan juga pasokan (listrik) cukup," tutur Darmawan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved