Tidak Hanya Cabai Rawit Merah, Harga Bawang Merah Hingga Daging Ayam Ikut Melonjak

Sejumlah harga pangan di pasar tradisional terus mengalami kenaikan, mulai cabai rawit merah, bawang merah, hingga daging ayam broiler.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang pedagang ayam potong merapikan dagangannya yang masih banyak di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah harga pangan di pasar tradisional terus mengalami kenaikan, mulai cabai rawit merah, bawang merah, hingga daging ayam broiler.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, harga cabai rawit merah sudah naik 100 persen lebih diangka Rp 120 ribu per kilogram (kg).

"Kemudian cabai merah besar naik 50-60 persen, bawang merah melonjak tajam hingga 50 persen, daging ayam broiker juga sudah tembus Rp 42 ribu, lalu telur ayam sampai hari ini masih Rp 30 ribu dan sempat Rp 35 ribu," kata Reynaldi, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: Harga Cabai Rawit Rp 100 Ribu, Asosiasi Pedagang Minta Pasokan dari Daerah yang Stoknya Berlebih

Selain itu, minyak goreng curah juga tetap masih tinggi belum mencapai Rp 14 ribu per liter seperti yang ditetapkan pemerintah terkait harga eceran tertinggi (HET).

"Minyak goreng curah masih relatif tinggi, di harga Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per liter," paparnya.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga cabai rawit merah naik Rp 1.650 ribu menjadi Rp 87.450 per kg, minyak goreng curah naik jadi Rp 18.300 per liter.

Kemudian, bawang merah ukuran sedang naik menjadi Rp 50.050 pe kg, cabai merah besar melonjak jadi Rp 66.400 per kg, dan daging ayam ras segar naik jadi Rp 38.750 per kg.

Baca juga: Banjarnegara Pasok Cabai Merah Keriting dan Cabai Rawit Hijau Belasan Ton Setiap Hari ke Jabodetabek

Reynaldi pun berharap langkah pemetaan sentra produksi pangan yang dilakukan Badan Pangan Nasional (BPN) dapat mencegah kenaikan harga pangan yang kerap terjadi setiap tahun, terutama jelang hari raya besar.

"Tentu ini jdi momentum perbaikan tata niaga ke depan, karena kalau tidak begitu tiap tahun akan mengalami hal serupa jelang hari besar, hari raya. Pasti kejadian lonjakan harga," paparnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved