Desa Panggungharjo Yogyakarta Raup Rp100 Juta Per Bulan dari Bank Sampah Pegadaian
Desa Panggungharjo ada 68 unit kelompok usaha pengelolaan sampah yang tersebar di sejumlah titik dan terintegrasi.
Penulis:
Naufal Lanten
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
“Mayoritas anak laki, anak-anak muda usia belasan sama 20-an lah. Banyak sekali, dan mereka memilah sampah,” katanya.
Keempat puluh anak muda itu bekerja sesuai tupoksi masing-masing, ada yang bagian memilah sampah hingga bagian pengepakan.
Baca juga: Peduli Lingkungan, Rest Area Pendopo 456 Salatiga Hadirkan Bank Sampah
Para pemuda itu, lanjut dia, umumnya anak putus sekolah hingga mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggiz
“Saya tanya siapa aja ini, ya ini ada mungkin ada pengamen-pengamen di kawasan. Karena desanya ini desa dekat kota, agak ramai lah. Jadi bukan desa yang jauh di pelosok banget,” ucapnya.
“Jadi anak-anak yang putus sekolah, ada juga yang masih kuliah. Jadi dia sambil kerja sambil kuliah lah,” sambung Eka.
Ia pun sempat menanyakan perihal pendapatan bulanan para pemuda itu dari pekerjaannya mengelola sampah. Hasilnya, Eka bilang, mereka digaji sesuai dengan upah minimum regional (UMK) setempat.
Baca juga: Orangtuanya Tekun Kelola Bank Sampah, Anak-anak Ini Diganjar Beasiswa Pendidikan
Untuk diketahui, PT Pegadaian menggelar lomba Mengemaskan Sampah untuk Indonesia 2022 yang akan diikuti oleh 72 bank sampah binaan.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya perusahaan, dalam mendukung program pemerintah “Gerakan Indonesia Bersih”, sekaligus sebagai perwujudan edukasi lingkungan hidup dan literasi finansial.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Bakti BUMN untuk Indonesia, sesuai dengan komitmen Perusahaan untuk mencapai SDGs khususnya pilar lingkungan sebagai penyangga kehidupan di masa depan," kata Damar.