Suku Bunga Acuan Naik 50 Bps, Bagaimana Nasib Rupiah?

Kenaikan suku bunga tentu akan menghambat ekonomi, namun itu dibutuhkan supaya inflasi bisa kembali ke kisaran target bank.

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Rupiah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen pada Kamis (22/9/2022).

Kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) terebut diharapkan mampu menyokong penguatan rupiah.

Seperti diketahui, saat ini rupiah berada dalam posisi nyaris di angka Rp 15.000/dolar AS.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, BI menaikkan suku bunga 50 bps karena untuk menjaga inflasi yang mungkin terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan akibat suku bunga global yang naik.

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Rupiah Melemah Menjadi Rp15.035 per Dolar AS

"Dampaknya ke rupiah, besok kemungkinan akan menguat tipis, rupiah berada dalam kisaran ambang kritis Rp 15.000 per dolar.

Emerging market telah mengimbangi kenaikan suku bunga bank sentral global lainya untuk mengendalikan inflasi yang menjadi hotspot di mana-mana disamping untuk mendukung nilai tukarnya supaya tidak kehilangan value nya," ujar Sutopo kepada Kontan.co.id, Kamis (22/9).

Menurut Sutopo, risiko resesi semakin nyata di depan mata, karena gelombang pengetatan kebijakan moneter global.

Oleh karena itu, perlu koordinasi terpadu antara BI dan Pemerintah dalam mengendalikan inflasi sembari menjaga pertumbuhan ekonomi tetap pada jalurnya. Serta, menopang nilai tukar agar tidak jatuh terlalu dalam terhadap efek kebijakan negara ekonomi maju.

Kenaikan suku bunga tentu akan menghambat ekonomi, namun itu dibutuhkan supaya inflasi bisa kembali ke kisaran target bank.

Sutop memperkirakan, kenaikan suku bunga BI akan bisa menahan laju pelemahan rupiah, minimal bergerak di bawah ambang batas Rp 15.000 dalam waktu dekat.

"Untuk akhir tahun, kemungkinan tidak bergeser jauh dari Rp 15.000," ucapnya.

(Aris Nurjani/Khomarul Hidayat)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved