Ikuti Bursa Regional, IHSG Berada Zona Merah pada Awal Perdagangan

Tercatat 190 saham turun, 155 saham naik, dan 196 stagnan. Dengan volume perdagangan 2,74 miliar saham dan nilai transaksi capai Rp 940 miliar.

Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG terkoreksi 0,07% atau 5,039 poin ke level 7.071,584. Tercatat 190 saham turun, 155 saham naik, dan 196 stagnan. Dengan volume perdagangan 2,74 miliar saham dan nilai transaksi capai Rp 940 miliar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini, Jumat (7/10/2022) dibuka di zona merah, mengikuti bursa regional yang alami tekanan.

Berdasarkan RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG terkoreksi 0,07 persen atau 5,039 poin ke level 7.071,584.

Tercatat 190 saham turun, 155 saham naik, dan 196 stagnan. Dengan volume perdagangan 2,74 miliar saham dan nilai transaksi capai Rp 940 miliar.

Sebanyak tujuh indeks sektoral menyeret IHSG. Tiga sektor dengan penurunan terdalam yakni IDX-Infra 0,68%, IDX-Property 0,32%, dan IDX-Finance 0,31%.

Baca juga: Usai Menguat, Aksi Ambil Untung Akan Bayangi Pergerakan IHSG Hari Ini

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 2,16%

- PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 1,57%

- PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,14%

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 1,63%

- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 1,42%

- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) naik 1,09%

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menyoroti faktor eksternal yang akan mempengaruhi gerak pasar. Antara lain efek dari OPEC dan Rusia yang setuju memangkas kapasitas produksi hingga 2 juta barel per hari.

Hal tersebut berhasil membawa harga minyak naik hingga 9% secara mingguan.

"Di sisi lain, kenaikan harga minyak menimbulkan kekhawatiran inflasi yang tinggi," ujar Cheryl kepada Kontan.co.id, Kamis (6/10) malam.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melanjutkan Penguatan, Berikut Beberapa Saham yang Dapat Dicermati

Kemudian, setelah rilis data ketenagakerjaan yang mixed di minggu ini, pelaku pasar bersikap wait and see menanti data Non-Farm Payroll (NFP) dan klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi pertimbangan The Fed.

Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik jatuh hari ini menjelang rilis data pekerjaan AS yang kemungkinan akan memandu keputusan moneter Federal Reserve pada bulan November.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,35% dan indeks Topix turun 1,29%. Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,8% dan Kosdaq turun 0,93%.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,64%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,41%. Pasar di China daratan tetap tutup untuk liburan. (Ridwan Nanda Mulyana, Yudho Winarto/Kontan)

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved