Atasi Permasalahan Mata Rantai Pasok, Cargoo Kembangkan Layanan Logistik Berbasis AI dan IoT

Penggunaan teknologi AI dan IoT akan membantu menyelesaikan masalah yang timbul pada mata rantai pasok logistik

Moondela Magazine
Ilustrasi artificial intelligence. Pertumbuhan pesat industri e-commerce ikut mendorong tumbuhnya industri jasa pengiriman dan logistik yang membantu mengelola dan mendistribuskan barang dari produsen dan seller ke konsumen dan pembeli. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertumbuhan pesat industri e-commerce ikut mendorong tumbuhnya industri jasa pengiriman dan logistik yang membantu mengelola dan mendistribuskan barang dari produsen dan seller ke konsumen dan pembeli.

Namun di era sekarang, peran logistik bukan lagi sekadar urusan pergudangan dan perpindahan barang karena aktivitas logistik juga dituntut  mampu memahami dan melayani kebutuhan pelanggan yang semakin melek teknologi digital.

Mendukung pengembangan bisnis di sektor ini, Cargoo kini mengembangkan bisnis logistik dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) serta internet of things (IoT).

Baca juga: Keberadaan Pusat Gudang Distribusi Diharapkan Bantu Tekan Inflasi Akibat Mahalnya Biaya Logistik

Hal itu dimaksudkan agar otomatisasi layanan bisa diselenggarakan demi memenuhi kebutuhan konsumen, baik untuk konsumen business to business (B2B) maupun business to customer (B2C).

"Penggunaan teknologi AI dan IoT akan membantu menyelesaikan masalah yang timbul pada mata rantai pasok logistik," ujar Hendra Yulianto, CEO dan Founder Cargoo.

Platform ini menyediakan sejumlah fitur untuk mempermudah pemilik bisnis dalam mengoptimalkan mata ranta pasokannya seperti E-Logistics Auction dimana pemilik bisnis bisa mendapatkan penawaran harga dari banyak vendor untuk kemudian menentukan harga dan layanan terbaik.

Selain untuk mendapatkan harga terbaik, kualitas pelayanan penyedia jasa logistics juga bias di nilai melalui platform ini sehingga layanan yang disediakan dapat memenuhi target bagi para pemilik barang.

Hendra Yulianto mengatakan, lewat dukungan teknologi ini pihaknya berusaha memberikan kemudahan bagi pemilik bisnis dalam melakukan analisa performa logistiknya dari banyak vendor dalam satu framework, feature ini akan mengoptimalkan kinerja bisnis pemilik usaha.

Dia mencontohkan, penggunaan Electronic Proof of Delivery atau tanda terima pengiriman digital akan mempercepat pemilik usaha untuk dapat melakukan penagihan kepada pelangganya yang berimbas pada cash flow usaha yang sehat.

Baca juga: Akuisisi Teknologi Artificial Intelligence, Spotify Dapat Lacak Konten Berbahaya di Layanan Podcast

Selain memberikan keuntungan bagi pengirim barang juga memberikan keuntungan kepqada para penyedia jasa logistics dan pengiriman barang dan sebagai vendor perusahaan logistics pihaknya juga bisa memberikan kemudahan dalam mendapatkan sales leads atau potensial customer jika bergabung ke platformnya.

Selain itu penyedia jasa logistics dapat mengunakan Saas (Software as a Service) Aplikasi Logistics online dengan biaya yang sangat rendah.

"Platform ini telah dikembangkan sejak 2016 dan telah mengalami beberbagai macam penyempurnaan," ujar Yulianto dalam keterangan pers tertulis yang dikutip hari ini.

Dia menambahkan, Cargoo telah berhasil mendapatkan pendanaan tahap awal atau Seeds Funding sekitar 78.000 dolar AS dari beberapa angel investor yang tidak disebutkan namanya.

Ke depan, platformnya akan terus berinovasi dan beradaptasi mengikuti ritme bisnis dan pasar yang ada di Indonesia untuk memberikan solusi terbaik di bidang jasa logistics.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved