Harga Makanan Segar di Inggris Naik 13,3 Persen pada Oktober
Inflasi harga makanan di Inggris secara keseluruhan saat ini naik 11,6 persen
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Harga makanan segar di toko-toko Inggris mengalami kenaikan 13,3 persen pada bulan lalu.
Badan Perdagangan Inggris, BRC, mengatakan, inflasi harga makanan secara keseluruhan naik 11,6 persen karena harga bahan makanan yang tidak cepat membusuk naik lebih lambat dibandingkan makanan segar.
"Ini merupakan bulan yang sulit bagi konsumen, yang tidak hanya menghadapi kenaikan tagihan energi mereka, tetapi juga keranjang belanja yang lebih mahal," kata Helen Dickinson, Kepala Eksekutif BRC.
Dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2022) ukuran resmi inflasi harga konsumen Inggris yang mencakup berbagai barang dan jasa termasuk tagihan energi mencapai 10,1 persen di bulan lalu, dan Bank of England (BoE) memperkirakan akan mencapai puncaknya di angka 11 persen pada November.
Kenaikan harga makanan yang sangat tinggi telah menjadi perhatian khusus.
Beberapa badan amal anti-kemiskinan dan anti-obesitas telah melaporkan bahwa pembeli beralih ke makanan olahan yang lebih berkalori untuk menghemat uang.
Baca juga: Inflasi Inggris Diprediksi Melonjak hingga 15 Persen
BRC menyatakan, pengecer berada di bawah tekanan dari kenaikan tagihan energi, biaya staf dan harga komoditas, serta mendesak pemerintah untuk membekukan rencana kenaikan 800 juta pound pajak properti bisnis, yang akan diteruskan toko kepada pelanggan.
Baca juga: Ekonom: Inflasi Inggris Diperkirakan Menyentuh Angka 18 Persen di Awal Tahun 2023
"Sementara beberapa biaya rantai pasokan mulai turun, ini lebih dari diimbangi oleh biaya energi, yang berarti masa depan yang sulit bagi pengecer dan rumah tangga," kata Dickinson.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasar-sayuran-segar-di-kota-london.jpg)