Kinerja GOTO

Harga Saham GoTo Merosot, Driver Gojek Kecewa

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha 'Ariel' Syafaril menyampaikan, GoTo sebelumnya menawarkan saham kepada para driver online.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
ISTIMEWA
Ilustrasi: Driver Gojek 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan penurunan ke level Rp 115.

Berkurang 8 poin atau 6,50 persen, angka ini menyentuh level batas rendah atau auto reject bawah (ARB).

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafaril alias Ariel menyampaikan, GoTo sebelumnya menawarkan saham kepada para driver online.

Baca juga: Saham Ambles Hingga 69 Persen dari Harga IPO, GOTO Kembali Trending Topic di Twitter

Namun, kata dia, hanya sebagian driver yang mengambil tawaran itu.

Lanjut Ariel, para driver yang mendapat tawaran saham itu merasa kecewa, melihat pergerakan harga saham yang menurun.

"Kan beberapa waktu lalu driver juga di tawarin saham, sebagian mengambil sebagian engga. Nah yang kemarin mengambil saham ya tentu saat ini kecewa ya," ujar Ariel saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (7/12/2022).

Dikatakan Ariel, penurunan harga saham GoTo dinilai tak berdampak langsung bagi para driver online.

Meski begitu, dia mengaku kepercayaan masyarakat menggunakan model bisnis ini disebut turut menurun.

"Tapi yang kami rasakan berkurang nya order aja. Karena masyarakat luas sudah mulai kurang percaya lagi ya dengan model bisnis ini," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan, penurunan harga saham GoTo diprediksi akan berdampak pada biaya potongan aplikasi bagi driver Gojek.

Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok 1,36 Persen, Bukalapak Pimpin Top Gainers dan GOTO Masih di Jajaran Top Losers

Menurutnya, saat ini Gojek telah menerapkan biaya aplikasi sebesar 20 persen. Angka itu dinilai tak sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 564 Tahun 2022, tentang perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan aplikasi atau ojek online, sebesar 15 persen.

"Yang sekarang terjadi biaya potong aplikasi ini ada yang lebih sampai 20 persen sampai 30 persen. Tujuannya mungkin untuk memperbaiki dari nilai saham. Itu bisa terjadi disitu (naik 30 persen) ini prediksi kami dari asosiasi," kata Igun Wicaksono saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (6/12/2022).

Igun mengatakan, pihaknya tengah memperjuangkan biaya potongan aplikasi Gojek agar sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 564 tahun 2022.

Lantaran, Igun menilai hal itu bakal berdampak pada kesejahteraan driver Gojek.

"Sampai 30 persen (biaya potongan aplikasi) itu yang kita tentang terus. Jadi permintaan kita potongan biaya aplikasi itu maksimal hanya 10 persen. Sampai detik ini masih belum disetujui atau belum direvisi oleh Kemenhub," jelasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved