Selasa, 2 Juni 2026

Lifting Akhir 2022 Pertamina Hulu Mahakam Tembus 230 Ribu Barel

Nanang mengatakan, lifting tersebut merupakan lifting migas terakhir dari Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) di akhir tahun 2022.

Tayang:
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
Istimewa
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Nanang Abdul Manaf mengatakan, lifting migas akhir tahun dari blok Mahakam yang saat ini dioperasikan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menembus 230 ribu barel.

"Lifting terakhir di akhir tahun dari SPS (senipah, peciko dan south mahakam) Terminal, kita mengirim ada kargo nya ke RU 5 di Balikpapan dan ke RU 4 di Cilacap, sejumlah 230 ribu barel, jenisnya Handil Mix Crude (HMC)," ujar Nanang saat ditemui di Senipah, Kalimantan Timur, Minggu (1/1/2023) dini hari.

Nanang mengatakan, lifting tersebut merupakan lifting migas terakhir dari Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) di akhir tahun 2022. Dia juga memprediksi lifting migas itu, akan selesai pada pukul 17.00 WITA.

Baca juga: SKK Migas Pantau Pergerakan Lifting Akhir Tahun 2022 di PHE WMO Gresik

"Harapannya dengan 230 ribu barel ini, akan selesai kira-kira 11 jam. Jadi jam 5 sore besok (Minggu 1 Januari 2023) mudah-mudahan semuanya selesai. Itulah lifting terakhir dari SPS ini di 2022," tegasnya.

Selain itu, Nanang memaparkan, sepanjang tahun 2022 terminal Senipah telah melakukan 26 kali pengapalan minyak dengan rata-rata 2-3 kali per bulan.

Kata dia, peranan migas diprediksi semakin dibutuhkan di tengah proses transisi energi yang saat ini tengah berlangsung.

"Migas akan terus semakin dibutuhkan karena peranannya tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai modal pembangunan sebagai bahan baku berbagai industri seperti petrokomia, pupuk dan lainnya," kata Nanang.

Nanang berujar, saat ini berbagai tantangan kerap menyelimuti, terlebih era easy oil sudah tidak berlaku.

Untuk itu, lanjut Nanang, seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dihimbau untuk meningkatkan eksplorasi sebagai wujud tabungan agar dapat dikomersialisasi beberapa waktu ke depan.

"Saya harap agar KKKS fokus kepada aspek operasi, saya sebagai Chief Operation Officer siap untuk mendukung KKKS dalam pemenuhan target pada tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD)," terangnya.

Disisi lain, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Raam Krisna mengatakan PHM berusaha untuk terus menerapkan berbagai inovasi dan teknologi guna meningkatkan recovery rate dari sumur-sumur migas yang ada.

"Kami terus berupaya menahan laju penurunan produksi alamiah dengan menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam operasi produksi, drilling, well intervention/ well connection, maintenance/inspection works didukung dengan implementasi SUPREME dalam memelihara dan meningkatkan kehandalan fasilitas operasi dan produksi PHM," ujar Krisna.

Krisna memaparkan, pada 28 Desember 2022, tercatat capaian rata-rata produksi PHM untuk gas mencapai 520 MMscfd dan produksi minyak mencapai 24,961 BOPD.

Baca juga: Permudah Dapatkan BBM, BPH Migas Pastikan Pemerataan SPBU di Pedesaan Toba

Hal ini membuktikan PHM telah mencapai 97 persen produksi gas dan 99 persen produksi minyak dari target WP&B yang telah disepakati bersama antara SKK Migas dan PHM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved