Senin, 13 April 2026

Erick Thohir Tegaskan BUMN Siap Perkuat Industrialisasi Pangan

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan BUMN siap mengoptimalisasi industri dan kerjasama di sektor pangan demi kedaulatan pangan Indonesia.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan BUMN siap mengoptimalisasi industri dan kerjasama di sektor pangan demi kedaulatan pangan Indonesia.

BUMN, menurut Erick, sudah mulai secara aktif mengajak kerjasama demi mengamankan pasokan bahan-bahan pangan utama.

Salah satu contohnya adalah membuat kerjasama yang berkaitan dengan program-program mengurangi stunting di Indonesia, antara lain investasi di industri sapi, baik industri pengolahan daging maupun produksi susu.

Baca juga: Gandeng GAPMMI dan Mayora, BPOM Beri Edukasi Tentang Keamanan Produk Pangan bagi Masyarakat

Khusus pengembangan industri susu menjadi salah satu yang krusial, mengingat 80 persen dari total konsumsi susu nasional bersumber dari impor.

Langkah konkret yang dilakukan Erick antara lain melakukan pembicaraan dengan perusahaan susu Belanda, Frisian Flag.

“Ini yang harus kita intervensi. Salah satunya bagaimana kita kerjasama untuk melihat cattle, bisnis industri sapi, baik daging maupun susu,” ujar Erick dalam Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Dia mengatakan saat melawat ke Belanda, Frisian Flag ingin investasi 8.000 hingga 12.000 sapi.

Menurutnya, hal tersebut harus didorong agar kedaulatan pangan bisa tercapai.

"Jadi kedaulatan pangan pun harus dipikirkan," ujar Erick.

Dia mengatakan salah satu tugas BUMN saat ini adalah mewujudkan hal itu agar industri pangan nasional makin kuat.

Erick pun kembali menegaskan komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional usai menghadiri grand opening Sarinah Duty Free di Gedung Sarinah, Jakarta, Rabu (1/2/2023) sore.

Baca juga: Contoh Produk Bioteknologi Pangan dan Mikroorganisme yang Berperan

"Industrialisasi untuk pangan dan turunannya itu perlu dipastikan karena penduduk kita 270 juta atau 280 juta, artinya makin banyak memerlukan ketahanan pangan, seperti susu, daging masih impor, terus kita mesti diamkan, tidak,"

Untuk itu, lanjut Erick, BUMN terus bergerak mencari kemitraan dengan produsen luar negeri seperti perusahaan pangan asal Qatar, Baladna Farm dan Frisian Flag dari Belanda.

Erick menyampaikan kedua perusahaan itu sangat antusias bekerja sama dengan Indonesia. Terlebih, pendapatan usaha terbesar Frisian Flag berasal dari market Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved