Senin, 1 Juni 2026

Hari Ini Rupiah Menguat, Purbaya Yakin Tren Berlanjut 2 Bulan ke Depan

Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan diperdagangkan di level Rp 17.818, Senin, 1 Juni 2026.

Tayang:
dok. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
RUPIAH MENGUAT - Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan diperdagangkan di level Rp 17.818, Senin, 1 Juni 2026. Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia di pasar spot pada perdagangan hari ini sementara mayoritas mata uang Asia melemah. 
Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan diperdagangkan di level Rp 17.818, Senin, 1 Juni 2026. 
  • Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia di pasar spot pada perdagangan hari ini sementara mayoritas mata uang Asia melemah.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai mata uang rupiah akan kembali menguat setidaknya dua sampai tiga bulan ke depan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan diperdagangkan di level Rp 17.818, Senin, 1 Juni 2026. Rupiah menguat 0,35 persen dibanding posisi penutupan Jumat, 29 Mei 2026 di level Rp 17.881 per dolar AS. 

Untuk hari ini rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia di pasar spot. Sementara, di hari yang sama mata uang Asia cenderung melemah terhadap dolar AS.

Misalnya, won Korea Selatan yang hari ini melemah 0,62 persen disusul pelemahan peso Filipina sebesar 0,23 persen, baht Thailand yang juga melemah 0,21 persen serta yen Jepang yang melemah 0,12 persen. 


Pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura yang terkoreksi 0,07 persen serta dolar Taiwan yang melemah 0,05 persen dan yuan China yang terdepresiasi 0,03 persen serta ringgit Malaysia yang melemah 0,01 persen.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai mata uang rupiah akan kembali menguat setidaknya dua sampai tiga bulan ke depan karena beberapa faktor yang menjadi penentunya.

Salah satunya, akan segera meredanya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dalam waktu dekat ini. Dia melihat update tersebut dari pemberitaan media asing.

"Jika kita melihat pemberitaan Bloomberg maupun Al Jazeera, disebutkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Israel sudah sangat dekat untuk mencapai sebuah kesepakatan, bukan? Jadi prospek terciptanya perdamaian dan kondisi global yang lebih baik itu ada," kata Purbaya saat jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

"Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik daripada sekarang," sambung dia.

Baca juga: Rupiah Pekan Ini Bisa Tembus Rp18.150 per Dolar AS

Purbaya juga meyakini, beragam faktor yang menjadi penentu dari melemahnya rupiah akan segera berakhir seiring adanya upaya perdamaian di Timur Tengah.

"Artinya, gangguan-gangguan yang sampai batas tertentu menyebabkan pelemahan rupiah juga akan hilang. Itu berarti pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan rupiah yang lebih kuat pula," tegas dia.

Dalam jangka pendek, pemeirntah kata Purbaya, berupaya mendukung sektor perbankan bersama Bank Sentral dengan melakukan intervensi di pasar obligasi untuk memastikan imbal hasil tidak meningkat terlalu tajam. 

Hal itu dilakukan pemerintah kata dia, guna memastikan bahwa investor asing yang saat ini memegang obligasi domestik tidak mengalami capital loss atau kerugian modal. 

Baca juga: Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Beberkan Biang Keroknya 

Hal itu juga dapat mencegah para investor asing membawa dana investasinya ke negeri lain.

"Jadi pada dasarnya kami membangun koordinasi yang erat dengan Bank Sentral untuk memastikan kondisi sektor keuangan tetap kuat dan stabil. Dengan kerja sama yang baik, saya percaya pada akhirnya kami akan mampu memulihkan kepercayaan terhadap rupiah," tukas dia.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved