Senin, 1 September 2025

Polusi Udara di Jakarta

PLTU Suralaya Dituding Biang Kerok Polusi Udara, Ini Jawaban Menteri ESDM

Sebanyak 4 unit pembangkit yang berada di ujung barat pulau Jawa ini telah dipadamkan sejak 29 Agustus 2023 untuk mengurangi polusi

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya yang berlokasi di Banten, mendapat sorotan lantaran dituding menjadi salah satu kontributor penyumbang polusi di wilayah Jawa Bagian Barat.

Diketahui, sebanyak 4 unit pembangkit yang berada di ujung barat pulau Jawa ini telah dipadamkan sejak 29 Agustus 2023 untuk mengurangi polusi udara ibu kota.

Namun, masih belum tahu pasti apakah PLTU tersebut bakal dimatikan total atau sementara.

Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Bikin Penjualan Alat Pengujian Kualitas Udara Meroket

Adanya hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberikan tanggapannya.

Kepastian untuk menutup PLTU, harus melalui sejumlah pertimbangan.

Utamanya, apakah langkah tersebut bakal mempengaruhi suplai dan keandalan kelistrikan.

"Sekarang kita lihat saja balance listriknya cukup atau enggak. Memang harus kita lakukan banyak pekerjaan rumah ya," ucap Arifin di Jakarta, Jumat (15/9/2023).

Arifin dalam kesempatan tersebut juga mengaku belum mengetahui lebih detail nasib operasional PLTU Suralaya.

"Belum saya terima (informasi soal PLTU)," pungkasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) dalam studinya mengungkapkan, banyaknya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di Indonesia yang terus mengeluarkan polusi udara tanpa henti menimbulkan kerugian untuk negara.

Meskipun demikian, sektor pembangkit listrik bertenaga bahan bakar fosil seperti batubara terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan negara.

Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Bikin Penjualan Alat Pengujian Kualitas Udara Meroket

"Akibatnya kualitas udara di Indonesia pun kian buruk sehingga sangat mempengaruhi kesehatan penduduk dan ekonomi negara, yang berkontribusi terhadap pengurangan angka harapan hidup hingga lima tahun serta merugikan Indonesia sebesar lebih dari 220 miliar dolar AS setiap tahunnya," tulis laporan studi CREA dikutip, Jumat (15/9/2023).

Penilaian dampak kesehatan CREA juga menunjukkan bahwa polusi udara dari kompleks PLTU batubara Suralaya, Banten, yang terletak di pulau Jawa, Indonesia, memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian.

Polusi udara dari kompleks PLTU Suralaya Banten mencapai kota Serang, Cilegon, dan Jakarta, yang telah mengalami krisis polusi udara selama bertahun-tahun.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan