Pentingnya Asuransi Rumah Jelang Ditinggal Mudik Lebaran
Menjelang ramadan dan lebaran 2024, persiapan untuk pulang ke kampung halaman tentu sudah mulai dilakukan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Menjelang ramadan dan lebaran 2024, persiapan untuk pulang ke kampung halaman tentu sudah mulai dilakukan.
Bukan hanya mempersiapkan transportasi dan uang cash saja, namun proteksi terhadap hunian yang akan ditinggal mudik juga perlu dilakukan.
Berdasarkan catatan Polri dari sejak 2018 hingga Juni 2023, ada sekitar 5.336 kejadian kebakaran. Sekitar 1.300 kasus itu terjadi sepanjang Januari-Juni 2023 atau berkontribusi sekitar 25 persen dari total kejadian kebakaran.
Baca juga: Prioritaskan Aspek Keselamatan, Penyedia Layanan Transportasi Gandeng Pihak Asuransi
"Kebetulan di tahun lalu, Idul Fitrinya itu ada di bulan Mei dan data tersebut ada di rentang itu. Ini pentingnya kita memproteksi properti," tutur Kepala Wilayah I BCA Insurance Indra Gunawan dalam acara diskusi di Mini Studio BCA di BCA Expoversary 2024 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (3/3/2024).
Selain itu, penyebab kebakaran yang tidak bisa terdeteksi secara dini atau disebut silent killer (arus pendek listrik) hampir menjadi pemicu utama kebakaran.
Data dari BPS tahun 2021, banyak penyebab kebakaran, seperti lilin, ledakan gas, arus pendek dan lain-lain.
Khusus untuk arus pendek listrik itu berkontribusi sekitar 60,36 persen di tahun 2021.
Di 2022 datanya naik menjadi 68 persen dari total kebakaran. Tahun 2023 memang berkurang presentasinya menjadi 64 persen, namun secara frekuensi naik kejadiannya.
Menjelang ramadan dan lebaran 2024, dimana banyak masyarakat yang kembali ke kampung halaman dan meninggalkan tempat tinggalnya, proteksi terhadap rumah menjadi opsi paling realistis untuk dilakukan.
"Nanti mau main lebaran di mana Banyak masyarakat yang mudik sehingga rumah kosong. Di sini perlu proteksi untuk properti tersebut.
Jadi saat kita mudik kita tidak perlu khawatir dan kita sudah memastikan rumah kita terjaga.
Untuk proteksi properti itu tidak hanya terhadap kebakaran, tetapi mungkin juga saat ada huru-hara dan banjir. Oleh karenanya asuransi rumah tinggal ini menjadi penting," jelas Indra.
Baca juga: Peluncuran Satelit Merah Putih 2 Hari Ini Sudah Dilindungi Asuransi BUMN
Indra menambahkan, asuransi rumah tinggal adalah asuransi yang paling murah, karena dihitung dari nilai bangunannya.
"Untuk asuransi kebakaran, kita hanya proteksi bangunannya saja, karena tidak mungkin hilang. Preminya sendiri kita anggap saja nilai bangunannya Rp 500 juta, mungkin preminya hanya Rp 150.000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hunian-tapak-di-paramount-petals.jpg)