Kabinet Prabowo Gibran
Pengamat Ini Khawatirkan Banyaknya Kementerian Koordinator di Kabinet Prabowo-Gibran
Terbentuknya Kabinet Merah Putih di pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan banyak munculnya kementerian koordinator baru.
Penulis:
Bambang Ismoyo
Editor:
Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terbentuknya Kabinet Merah Putih di pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan banyak munculnya kementerian koordinator baru yang mengurusi bidang ekonomi.
Direktur Eksekutif The Prakarsa, AH Maftuchan mengungkapkan, pada dasarnya tugas kementerian koordinator atau Kemenko adalah untuk mengkoordinasi kerja kementerian dan lembaga yang berada di bawahnya.
Namun, apabila jumlah kemenko terlalu banyak, hal ini tentunya malah justru menjadi bumerang. Yakni akan membuat Prabowo-Gibran memerlukan upaya lebih dalam melakukan sinkronisasi.
"Kalau kementerian koordinator terlalu banyak irisannya antara kementerian koordinator, maka saya khawatir nanti antar mereka perlu ada yang mengkoordinasi," ucap Maftuchan dalam sesi diskusi di YouTube Tribunnews, dikutip Selasa (22/10/2024).
"Ini akan membawa beban kerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran di dalam proses sinkronisasi antar Kementerian dan lembaga," sambungnya.
Hal ini semakin rumit, setelah Presiden Prabowo Subianto juga secara tiba-tiba membentuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Ketua DEN.
Dengan beragamnya kementerian koordinator dan lembaga, ikut memunculkan bos baru di dalam kabinet.
Dengan kata lain, memerlukan waktu lebih atau menggelar rapat tambahan untuk mengambil kebijakan, yang tentunya dalam rapat tersebut harus dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Kabinet Merah Putih Punya Nomenklatur Baru, Seskab Mayor Teddy Tak Perlu Pensiun dari TNI
"Karena beliau berdua harus mengkoordinir untuk supervisi Kementerian Koordinator. Sementara Kementerian Koordinator harusnya tidak perlu dikoordinasikan, tidak perlu di supervisi. Harusnya kan direct langsung ke Presiden," pungkasnya.
Kabinet Prabowo Gibran
Presiden Prabowo Ingatkan Menterinya yang Tidak Bisa Kerja Cepat Akan Ditinggalkan |
---|
Puluhan Wakil Menteri Rangkap Jabat Komisaris BUMN, DPR: Bermasalah Secara Etika dan Tata Kelola |
---|
Pengamat Sebut Ada Kendala Komunikasi Presiden Prabowo dan Menterinya, hingga 5 Kebijakan Dianulir |
---|
Prabowo Enggan Reshuffle Kabinet karena Anggap Kinerja Menteri Baik, Namun Telah Anulir 5 Kebijakan |
---|
Prabowo Tegaskan Tak Ada Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung: Harusnya Opini Publik Dipertimbangkan |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.