Jumat, 8 Mei 2026

Ramadan, Prabowo Minta Menterinya Cegah Kenaikan Harga Bahan Pokok, Jamin Tak Ada Spekulan

Prabowo Subianto meminta para menterinya mencegah adanya lonjakan kenaikan harga bahan pokok pada Ramadan tahun ini.

Tayang:
YouTube Sekretariat Presiden
JAGA BAHAN POKOK - Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya mencegah adanya lonjakan kenaikan harga bahan pokok pada Ramadan tahun ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya mencegah adanya lonjakan kenaikan harga bahan pokok pada Ramadan tahun ini.

Ia mengaku dalam beberapa pekan terakhir terus memantau perkembangan situasi produksi dan harga-harga pangan.

"Saya juga sudah menyampaikan instruksi kepada Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, semua menteri terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan mencegah adanya kenaikan dan lonjakan harga yang spekulatif," kata Prabowo dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/2/2025).

Baca juga: Zulhas Arahkan Kepala Daerah Jaga Stok Bahan Pokok dan Tetapkan Harga Gabah Rp 6.500

Ia mengatakan pemerintah harus bekerja keras agar seluruh rakyat, terutama yang paling memerlukan, dapat mendapatkan harga bahan pokok yang terjangkau.

Dirinya yakin bahwa para menteri di Kabinet Merah Putih telah melakukan berbagai langkah dalam menjaga harga bahan pokok saat Ramadan 2025.

Prabowo juga meminta agar para menteri di Kabinet Merah Putih menjamin agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan kesempatan Ramadan tahun ini untuk menaikkan harga bahan pokok.

"Tidak hanya pemantauan tapi mengambil langkah-langkah eksekutif, langkah-langkah efektif, untuk menjamin tidak ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan kesempatan Ramadan ini untuk menaikkan harga yang tidak masuk akal," ucap Prabowo.

Baca juga: Jelang Ramadan, Menko Zulhas Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Aman

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pagnan Zulkifli Hasan telah meminta agar setiap kepala daerah mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok), khususnya di Bulan Ramadan.

Hal itu untuk mencegah harga bapok melambung tinggi selama Bulan Ramadan dan berpotensi membebani rakyat.

"Iya paling penting saya kira karena bupati, wali kota, gubernur selesai retreat langsung hari pertama puasa. Nah, puasa tentu yang perlu diperhatikan terutama ketersediaan bahan pokok," kata Zulhas di Magelang, dikutip pada Rabu (26/2/2025).

Baca juga: Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Klender Jaktim, Menko Zulkifli Hasan Jajanin Emak-emak

Pemerintah pusat, dikatakan Zulhas, tidak bisa sendiri dalam menjaga harga bahan pokok.

"Masih ada gubernur, wali kota, dan bupati. Jadi tugas utama begitu kawan-kawan (kepala daerah) selesai pulang ke daerah masing-masing, saya minta betul mengendalikan ketersediaan harga bahan pokok yang sudah kita tetapkan," sambungnya.

Lebih detail dia mencontohkan untuk harga minyak goreng yakni Rp 15.700, bawang putih Rp 38.000, dan daging kerbau Rp 80.000. Menurutnya, kalau harga kebutuhan bapok mengalami kenaikan, maka pemerintah daerah bisa melakukan subsidi.

"Jadi harus betul dijaga. Kalau ada kekurangan segera dikoordinasikan. Kalau harga naik kita harus bisa subsidi, apakah transportasinya atau apanya, ada dari anggaran biaya tidak terduga setiap kabupaten. Pendek kata ketersediaan dan harga tidak boleh naik selama Bulan Ramadan," ujar Zulhas.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved