Pesan Moral Budiman Sudjatmiko untuk Eks Aktivis 98 di Pemerintahan Prabowo
Budiman Sudjatmiko menilai perjuangan aktivis dan pejabat tetap mengabdi untuk kepentingan rakyat. Ini pesannya untuk aktivis 1998.
Ringkasan Berita:
- Budiman Sudjatmiko menilai perjuangan aktivis dan pejabat tetap mengabdi untuk kepentingan rakyat.
- Budiman mengingatkan eks aktivis 1998 jangan menyalahgunakan kekuasaan hingga mencoreng satu generasi.
- Budiman meminta mantan aktivis menjaga nama baik keluarga dan perjuangan reformasi 1998.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai tidak ada perubahan psikologis yang dialami setelah masuk ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, meskipun Ia dikenal sebagai aktivis 1998.
Budiman mengatakan, pengalamannya dari perjuangan 'jalanan' kemudian menjadi anggota DPR dan kini masuk ke jajaran eksekutif, merupakan satu tarikan napas.
"Itu sama-sama mengurus republik, sama-sama mengurus publik dan republik, atau rakyat dan negara."
"Sama saja saat kami berdemo membela buruh, membela petani, membela hak-hak kemahasiswa, untuk demokratisasi, itu satu tarikan napas," ungkap Budiman saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Senin (4/5/2026).
Perjuangan berlanjut di jajaran legislatif. Budiman menyebut dirinya turut memperjuangkan Undang-Undang Desa dan perjuangan lain bersama legislator lain.
"Kemudian sekarang saat Pak Prabowo Subianto mempercayai saya untuk menjadi Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, juga urusan saya adalah urusan publik dan juga urusan republik, jadi satu tarikan napas saja," ungkapnya.
Mantan politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengibaratkan seorang aktivis sama seperti bermain dalam sepak bola dengan strategi total football.
"Strategi total football Belanda dulu itu kan, jadi striker bisa, bertahan harus bisa, sebagai gelandang bisa, sebagai sayap harus bisa, ya kami siap-siap saja dalam kondisi apa pun," ujarnya.
Pria kelahiran Cilacap, 10 Maret 1970 itu menilai, yang membedakan hanya bentuk saja.
"Saya sering katakan kayak gini, ketika di luar sistem, tugas kami adalah mempertahankan idealisme, tapi saat di dalam sistem, mewujudkan idealisme itu. Karena kami gitu saja," tegasnya.
Baca juga: Pejabat PN Sumedang Dilaporkan ke KPK Terkait Dana Konsinyasi Rp190 M
Budiman juga menjawab pertanyaan adanya sejumlah mantan aktivis reformasi 1998 yang terjerat kasus korupsi atau penyalahgunaan wewenang.
Menurutnya, perjuangan menjadi aktivis dapat dibanggakan dan menjadi cerita untuk anak cucu.
"Ketika kami dulu menjadi aktivis adalah bahwa kami berjuang untuk nilai-nilai yang besar, yang lebih besar daripada diri kami misalnya keadilan, kemerdekaan, kebebasan, kemajuan, kesetaraan."
"Itu nilai-nilai itu kami anggap besar, bahkan lebih besar daripada nyawa kami, bahkan lebih besar daripada kebebasan individu kami," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BUDIMAN-SUDJATMIKO-kalau-kucing-Sudjatmiaw.jpg)