Senin, 11 Mei 2026

Sritex Pailit

Buruh Sritex Bingung Cari Kerja, Cairkan Uang PHK untuk Modal Usaha

Ribuan buruh Sritex mendatangi pabrik di Sukoharjo, Jawa Tengah. untuk mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu kemarin.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
HO/dok Sritex
PABRIK TUTUP - Tangis haru dan kesedihan karyawan Sritex tidak bisa terbendung saat Komisaris Utama sekaligus Presiden Direktur Sritex, HM Lukminto, menemui karyawan korban PHK karena perusahaan pailit, Jumat, 28 Februari 2025. Keesokan harinya, mereka mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. 

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Setelah resmi menerima pemutusan hubungan kerja (PHK), ribuan
buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) berbondong-bondong mendatangi pabrik di Sukoharjo, Jawa Tengah untuk mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, Sabtu (1/3/2025).

Salah satu mantan karyawan bernama, Jumari (40) mengatakan dana dari BPJS ketenagakerjaan nanti akan ia gunakan untuk membuka usaha.

"Akan saya gunakan untuk usaha kecil-kecilan, sembari mencari tempat kerja baru di pabrik
sekitar Kabupaten Sukoharjo," ujar Jumari yang mengaku telah mengurus pencairan BPJS Ketenagakerjaan.

"Saya sudah melengkapi berkas, ada Nomor Pokok Karyawan (NPK), buku peserta BPJS, KTP, KK, dan buku rekening. Tapi soal pencairannya, kami belum diberi tahu kapan bisa dicairkan," katanya.

Jumari juga mengaku akan mencari pekerjaan di pabrik lain yang masih beroperasi di sekitar Sukoharjo.

"Harus tetap mencari penghasilan karena memiliki anak yang masih bersekolah," katanya.
Selain BPJS, para buruh juga menantikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal pencairannya.

"Agak sedih karena ini sudah dekat Lebaran, kebutuhan banyak, biasanya ada THR buat menunjang kebutuhan sehari-hari. Katanya sih cair, tapi belum tahu kapan," keluhnya.

Jumari sudah dirumahkan selama lebih dari dua minggu sebelum pabrik resmi tutup. Gaji terakhir saya Rp1,4 juta, hampir dua minggu lebih saya tidak bekerja. Tapi tetap saya syukuri karena masih dapat gaji," ungkapnya.

Selain BPJS, para buruh juga menantikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal pencairannya.

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan). Dia terpukul dengan kondisi saat ini.

"Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical. Dimana 58 tahun kita bisa berkarya dan
sangat sedih sekali berpisah semuanya," kata Wawan.

Dia akan istirahat terlebih dahulu setelah PT Sritex resmi ditutup. "Kami akan istirahat dulu. Saya terutama akan istirahat dulu, kita nanti akan lihat nanti seperti apa," ungkapnya.

Saat disinggung soal Peninjauan Kembali (PK) yang sempat diajukan beberapa waktu lalu, setelah Mahkamah Agung menolak kasasi. Wawan mengaku belum mengirim surat PK tersebut.

"Kemarin yang diajukan PK, kita belum masukan PK kok. Jadi masih kita gantung dulu dan kita lihat situasinya."

Soal pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan PT Sritex Sukoharjo sudah sampai ke telinga Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved