Garap Pasar Peralatan Rumah Tangga, Gaabor Incar Segmen Middle-low
Respon pasar offline setahun terakhir cukup bagus dan di 2025 ini pihaknya akan menggeber penjualan lebih kencang lagi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasar industri rumah tangga di Indonesia selama dua dekade lebih dikuasai merek-merek Jepang dan Korea Selatan seperti Sharp, LG, Samsung, dan lain-lain.
Kemudian sejak sekitar lima tahun terakhir, industri home appliances China merangsek pasar Indonesia. Sejumlah merek elektronik dan home appliances dari China sukses merambah pasar lokal.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, pemain asal Eropa tetap memberanikan diri masuk pasar lokal karena potensi pasarnya yang sangat besar.
Baca juga: K-Living and Lifestyle Sale: Pengalaman Belanja Alat Rumah Tangga Asli Korea hingga Diskon 76 Persen
Satu diantara pemain baru tersebut adalah Gaboor, dari Jerman. Di market Indonesia, mereka kini sedang serius menggarap pasar home and kitchen appliances.
Untuk memenangi kompetisi, Gaabor menyasar segmen middle-low di Indonesia dengan lini perangkat elektronik rumah tangga kelas atas namun dengan harga terjangkau namun dengan fitur-fitur premium dan desain estetik.
Salah satu strateginya adalah menggarap penjualan di marketplace.
Brand Manager Gaabor Indonesia Catrin di acara Media Gathering di Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025 mengatakan, di penjualan online Gaabor masuk Top 3 produk yang dicari pembeli di eCommerce. Di 2024 kemarin Gaabor berhasil mencatatkan total penjualan via marketplace senilai Rp120 miliar lebih.
Catrin menambahkan, Gaabor resmi masuk pasar Indonesia di 2021 dan di tiga tahun pertama, pihaknya fokus memasarkan lini kitchen & home appliances di marketplace dan online. Sukses di pasar online, sejak awal 2024 lalu, perushaan mulai menggarap segmen offline dan modern market seperti toko elektronik.
Menurut Catrin, respon pasar offline setahun terakhir cukup bagus dan di 2025 ini pihaknya akan menggeber penjualan lebih kencang lagi.
Momentum Ramadan dan disusul Idul Fitri dan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menjadi momentum bagus bagi perusahaan memacu penjualan.
"Tahun ini kami benar-benar akan lebih agresif lagi di pasar offline," kata Catrin.
Di Indonesia, jaringan penjualan offline mereka mencapai 16 outlet tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.
Karenanya, strategi branding akan lebih ditingkatkan untuk memacu brand awareness di masyarakat. Diakui, kompetisi pasar yang ketat di produk home appliances membutuhkan strategi kuat untuk memenangi pasar.
“Kami akan lebih meningkatkan lagi melakukan aktivitas branding di toko-toko offline, memasang billboard, berpartisipasi pameran dan sebagainya," kata dia.
Toby, General Manager Gaabor Indonesia mengatakan, lini produk Gaabor untuk pasar Indonesia meliputi rice coocker, fried dryer, hair dryer, vacum cleaner dan shaver.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gaboor-676.jpg)