Minggu, 19 April 2026

Kelas Industri Kemenperin Jadi Primadona, Peserta Berpeluang Langsung Kerja

Pembelajaran di unit pendidikan yang dikelola Kemenperin sudah mengadopsi teknologi industri 4.0.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
handout
PENDIDIKAN VOKASI - Seleksi program JARVIS Prestasi 2025 untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai kebutuhan industri. JARVIS Prestasi 2025 menawarkan kelas industri bagi siswa terpilih melalui proses seleksi ketat yang berlangsung pada 12-16 April 2025.  

 

TRIBUNNEWS.COM - Kebutuhan tenaga kerja di sektor industri yang terus meningkat membuat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) terampil melalui berbagai program vokasi

Upaya menciptakan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui unit pendidikan vokasi milik Kemenperin, dengan program unggulannya seperti pendidikan vokasi sistem ganda (dual system), link and match dengan industri dan kelas industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sekolah dan kampus vokasi milik Kemenperin telah menjalin kerja sama erat dengan berbagai sektor industri.

"Kemenperin turut berkontribusi dalam menghasilkan SDM kompeten yang relevan dengan kebutuhan dunia industri melalui sekolah dan kampus vokasi Kemenperin yang memiliki kerja sama langsung dengan sejumlah sektor industri," ungkap Agus dikutip Selasa (29/4/2025). 

Selain itu, pembelajaran di unit pendidikan tersebut sudah mengadopsi teknologi industri 4.0, agar lulusannya memiliki penguasaan teknologi digital yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. 

Upaya terbaru untuk mencetak SDM industri ialah melalui program JARVIS Prestasi 2025 Mayora Academy. Program ini hasil kolaborasi Kemenperin dengan PT Mayora Indah Tbk.

JARVIS Prestasi 2025 menawarkan kelas industri bagi siswa terpilih melalui proses seleksi ketat yang berlangsung pada 12-16 April 2025.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan menyatakan, kelas hasil kolaborasi antara unit pendidikan vokasi Kemenperin dengan industri guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja ke industri.

"Kelas industri adalah program kerja sama industri dan Kemenperin yang melibatkan industri dari proses rekrutmen, proses pembelajaran, hingga penentuan kelulusan peserta didik. Lulusan kelas industri akan langsung bekerja di industri tersebut," jelas Masrokhan.

Animo pendaftar tercatat cukup tinggi pada JARVIS Prestasi 2025  Mayora Academy. Contohnya adalah JARVIS Prestasi 2025 Mayora Academy di SMK-SMTI Padang.

Saat ini, jumlah siswa yang tergabung dalam Mayora Academy di SMK-SMTI Padang mencapai 215 orang dan jika digabungkan secara nasional, total siswa Mayora Academy yang tersebar di berbagai SMK Kemenperin telah berjumlah 780 orang. 

Baca juga: Tekan Impor, Industri Semen Tingkatkan Penggunaan Produk dalam Negeri

"Angka ini menunjukkan antusias yang tinggi dan kepercayaan mereka terhadap mutu program ini sebagai jembatan menuju dunia kerja di industri semakin besar seperti mereka bisa bergabung di Mayora Group," tambah Masrokhan.

HR Business Partner PT Mayora Indah, Tbk. Mory Antonio menyampaikan, Mayora Academy adalah program khusus yang dirancang untuk mencetak tenaga kerja muda yang siap masuk ke dunia industri dengan bekal keterampilan teknis (hard skill) dan soft skill yang kuat.

"Tentunya kami juga melakukan proses sosialisasi kepada orang tua atau wali peserta seleksi agar mereka memahami secara komprehensif tentang visi, misi, dan program pembinaan yang akan dijalani siswa yang lolos masuk ke kelas industri Mayora ini," ucap Mori.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved