Senin, 1 September 2025

RI Gandeng Chile di Sektor Pertanian, Mentan Amran: Mereka Pengalaman Atasi Kekeringan Ekstrem

Chile dinilai memiliki sistem manajemen air yang tangguh dan relevan untuk diadopsi di Indonesia guna menghadapi dampak perubahan iklim.

Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews
SINERGI ANTAR NEGARA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Chile, khususnya penguatan sektor pertanian dalam pengelolaan sumber daya air. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Chile, khususnya penguatan sektor pertanian dalam pengelolaan sumber daya air.

Amran berujar, Chile memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi kekeringan ekstrem selama 14 tahun akibat El Nino.

Chile dinilai memiliki sistem manajemen air yang tangguh dan relevan untuk diadopsi di Indonesia guna menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca juga: Prabowo Gandeng Australia Tingkatkan Produk Pertanian dan Perikanan Sesuai Standar Internasional

"Pengalaman Chile menjadikan mereka negara yang tangguh dalam manajemen sumber daya air, yang sangat relevan bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim," ujar Amran di Jakarta, dikutip Selasa (20/5/2025).

Selain itu, Chile memperkenalkan varietas padi hemat air yang hanya membutuhkan 40 persen dari kebutuhan air normal. Teknologi ini dinilai potensial dalam mendukung upaya Indonesia mencapai swasembada pangan di tengah ancaman krisis iklim.

Di bidang perdagangan, Chile mengajukan keinginan untuk mengekspor susu dan kentang ke Indonesia. Amran menyambut positif usulan tersebut, namun menegaskan bahwa evaluasi terhadap produksi dan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas, khususnya untuk komoditas kentang.

Sementara itu, Indonesia terbuka terhadap impor susu dari Chile, mengingat produksi dalam negeri masih terbatas dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional sebesar 3,8 juta ton per tahun.

Chile juga menyampaikan minat untuk mengekspor sapi hidup ke Indonesia, seiring produktivitas tinggi peternakan mereka yang mampu menghasilkan 30 liter susu per ekor per hari. Di sisi lain, Indonesia mendorong peningkatan ekspor minyak kelapa sawit ke pasar Chile sebagai bentuk kemitraan yang saling menguntungkan. Usulan tersebut disambut positif oleh Chile.

"Yang terpenting adalah kolaborasi yang saling menguntungkan antara kedua negara," tegas Amran.

Pertemuan ini juga menandai penguatan posisi strategis kedua negara dalam platform kerja sama internasional. Chile menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Indonesia untuk bergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif (CPTPP).

Menteri Pertanian Chile, Esteban Valenzuela, menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai pertemuan yang produktif dan strategis. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sambutan Indonesia serta harapan besar atas kemitraan jangka panjang.

"Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia sebagai Menteri Pertanian, dan menjadi sinyal kuat bagi kedua negara untuk membangun kemitraan sejati," ujar Valenzuela.
 
 
 
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan