Kamis, 23 April 2026

Kayu Olahan Indonesia Tembus Pasar Eropa dan Timur Tengah

Tren ekonomi hijau dan industri berkelanjutan membuat produk kayu olahan Indonesia bisa menembus pasar premium di sejumlah negara

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
HO
EKSPOR KAYU OLAHAN - Marcell Tee, founder Famos Eco Wood, perusahaan eksportir produk kayu olahan berbasis di Surabaya. Produk kayu olahan Indonesia bisa menembus pasar premium di sejumlah negara di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah dan Australia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren ekonomi hijau dan industri berkelanjutan membuat produk kayu olahan Indonesia bisa menembus pasar premium di sejumlah negara di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah dan Australia.

"Kami melihat kayu bukan sekadar produk, tapi bioenergi masa depan, saat ini Famos juga mengembangkan lini biomassa dari serbuk kayu, sebagai bagian dari strategi energi berkelanjutan," ungkap Marcell Tee, founder Famos Eco Wood, perusahaan eksportir produk kayu olahan berbasis di Surabaya, Sabtu, 14 Juni 2025.

Kayu olahan yang diekspor meliputi kebutuhan untuk flooring, decking, ceiling serta panel dekoratif dan produk lainnya yang dikembangkan dengan standar teknis internasional untuk pasar segmen premium di Jepang, Australia, Italia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Singapura. 

Baca juga: Kayu Olahan Produksi UMKM Banjarsari Ciamis Tembus Pasar Ekspor ke 17 Negara

Marcell menjelaskan, produksi kayu olahan di Famos dimulai pada 2020 dengan proses produksi yang menganut prinsip Zero Waste, teknologi Precise Cut CNC, dan Acrylic Based UV Coating dengan pemakaian bahan kayu tropis legal dan tersertifikasi.
 
Pihaknya juga melibatkan perajin lokal sekaligus untuk melestarikan keterampilan tradisional, serta membangun sistem produksi yang transparan dan bertanggung jawab. Pada pengerjaan setiap project dilengkapi dokumen yang mencakup asal bahan baku serta pelaporan teknis progres, yang menjadi jaminan kualitas dan kepercayaan bagi klien di luar negeri.

Dia mengatakan, masa depan kayu bukan hanya sebagai material bangunan, tapi juga sebagai sumber energi terbarukan.

Karena itu untuk pabrik utama pihaknya sepenuhnya menggunakan bioenergi dari kayu sebagai pengganti bahan bakar konvensional termasuk penggunaan forklift yang menggunakan tenaga baterai.

Baca juga: Produk Kayu Olahan dan Teknikal Indonesia Jadi Favorit di Acara Pameran Interzum 2023

“Industri masa depan tidak bisa hanya mengandalkan efisiensi dan keindahan desain. Ia harus ramah lingkungan, terbarukan, dan bertanggung jawab,” kata Marcell.

Pihaknya saat ini menyiapkan sistem baru konstruksi kayu modular Smart Future System untuk mendapatkan fleksibilitas desain, efisiensi biaya dan kecepatan instalasi. Sistem ini dirancang untuk proyek skala besar seperti resort tropikal, perkantoran, serta hunian premium untuk kebutuhan pasar Asia Tenggara, Eropa dan Eropa.

“Inovasi kami bertumpu pada inovasi dan  sustainability. Indonesia memiliki semua elemen dasarnya, seperti bahan baku kayu terbaik, pengrajin terampil, dan kekayaan budaya yang tak ternilai,” ungkapnya.

Marcell.

Karena itu, selain menjadi produsen beragam kayu olahan, pihaknya juga enabler dalam transformasi industri kayu dunia. “Kami percaya bahwa “Made in Indonesia” harus punya makna baru, tidak hanya soal kuantitas, tapi kualitas, keberlanjutan dan nilai estetika,” ujar Marcell Tee.

Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

Mengutip data, ekspor kayu olahan dari Indonesia mensyaratkan sertifikasi legalitas kayu yang mengacu pada Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)  untuk memastikan legalitas produk kayu dari hulu hingga hilir, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar internasional. 

Selain itu juga harus memiliki dokumen V-Legal/Lisensi FLEGT sebagai jaminan bahwa produk kayu yang diekspor berasal dari sumber yang legal dan lestari, terutama untuk pasar ekspor ke Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. 

Sementara, Kementerian Perdagangan menetapkan harga patokan ekspor (HPE) produk kayu untuk perhitungan bea keluar. (tribunnews/fin) 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved