Indonesia Timur Butuh Transportasi yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
ketersediaan infrastruktur layanan yang terpadu dan andal merupakan fondasi utama dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wilayah Indonesia timur kini dilirik sebagai pemasaran kendaraan listrik sebagai kendaraan angkut untuk barang-barang tambang.
Kendaraan listrik disebut bisa menekan biaya operasional. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi bersih dan mobilitas rendah emisi.
Sehubungan dengan itu, PT MAB Distributor Indonesia (MABDI), entitas distribusi resmi dari merek kendaraan listrik nasional Mobil Anak Bangsa (MAB) dan Motor Anak Bangsa (ELECTRO), resmi menjalin kemitraan dengan PT Mata Cahaya Timur untuk membuka jaringan dealer resmi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Baca juga: Proyek Baterai Rp164 Triliun Jadi Kunci Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Direktur Utama MABDI, Jaka Perwira Rahmansyah, menyebut kemitraan tersebut sebagai sebuah langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia, terhadap solusi transportasi masa depan yang bersih, efisien, dan berkelanjutan.
“Ini tidak hanya ekspansi pasar, tetapi juga bagian dari misi besar kita semua bersama untuk mendorong transisi energi nasional,” ujar Jaka dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025).
Pihaknya meyakini ketersediaan infrastruktur layanan yang terpadu dan andal merupakan fondasi utama dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, PT Mata Cahaya Timur secara resmi dinyatakan dan disepakati sebagai dealer dengan konsep 3S (Sales, Service, dan Sparepart). Dalam kapasitas tersebut, PT Mata Cahaya Timur tidak hanya bertanggung jawab atas kegiatan penjualan kendaraan, tetapi juga atas penyediaan layanan purna jual serta suku cadang resmi.
Baca juga: Prabowo Setujui Huayou Gantikan LG dalam Proyek Baterai Kendaraan Listrik
“Penetapan PT Mata Cahaya Timur sebagai mitra dealer resmi 3S mencerminkan komitmen kami dalam memperluas jaringan distribusi kendaraan listrik nasional yang terstruktur, profesional, dan berdaya jangkau luas hingga ke wilayah timur Indonesia,” kata Jaka.
Founder MAB, Moeldoko mengatakan tren pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur memang sedang pesat. Oleh karena itu, wilayah tersebut membutuhkan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Tren pertumbuhan ekonomi cukup pesat di sana dan ada resorces di sana yang memerlukan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan," beber Moeldoko.
Apalagi lanjut Moeldoko, semua perusahaan kini menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Prinsip ESG adalah merupakan standar atau pedoman yang digunakan perusahaan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Indonesia Diyakini Akan Jadi Pemain Kunci Kendaraan Listrik Global
"Semua bergerak ke sana sehingga memang sangat banyak dibutuhkan mobil listrik," kata mantan Panglima TNI itu.
Presiden Direktur MAB Kelik Irwantono menambahkan, alasan memilih wilayah Indonesia timur karena peluang bisnis kawasan ini yang besar. Menurutnya, kendaraan listrik bisa menjadi solusi bagi perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di daerah ini untuk menekan biaya operasional.
"Kami melihat ada potensi market yang besar di sana, terutama perusahaan-perusahaan tambang, mereka sedang pusing dengan kenaikan harga solar sehingga penggunaan kendaraan listrik bisa menjawab tantangan tersebut atau paling tidak bisa mengurangi biaya transport," kata Kelik.
Dari kerja sama atau kemitraan ini pihaknya menargetkan pendistribusian unit bisa dilakukan pada November 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/founder-MAB.jpg)