Minggu, 31 Agustus 2025

LPEI Kucurkan Dana Lebih dari Rp26 Triliun untuk Pembiayaan PKE

LPEI mengucurkan dana lebih dari Rp26 triliun hingga akhir Juni 2025 atau semester I-2025 untuk pembiayaan melalui program PKE

Tribunnews/Ibriza Fasti Ifhami
Pelaksana Tugas Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Maqin U. Norhadi, dalam acara Media Briefing, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (10/7/2025). Maqin mengatakan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengucurkan dana lebih dari Rp 26 triliun hingga akhir Juni 2025 atau semester I-2025 untuk pembiayaan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang menjangkau lebih dari 90 negara tujuan ekspor. 

TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengucurkan dana lebih dari Rp26 triliun hingga akhir Juni 2025 atau semester I-2025 untuk pembiayaan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang menjangkau lebih dari 90 negara tujuan ekspor.

Akumulasi disbursement tersebut menghasilkan devisa sebesar Rp 66,3 triliun.

Pelaksana Tugas Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Maqin U. Norhadi mengatakan, dana sebesar itu telah digunakan untuk mendukung berbagai komoditas atau produk Indonesia yang menyasar produk global.

Beberapa produk tersebut di antaranya pesawat terbang, kereta api, vaksin, alat kesehatan, furnitur, makanan olahan, hingga produk kimia.

"Total penyaluran program itu sudah lebih dari Rp26 triliun dan menembus lebih dari 90 negara. Kemudian menciptakan devisa negara lebih dari Rp 66 triliun," kata Maqin dalam acara Media Briefing, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (10/7/2025).

Tak hanya menyasar negara-negara tradisional seperti Amerika Serikat, China dan negara-negara Eropa Barat, melalui program ini LPEI juga aktif mendorong ekspor ke negara non-tradisional, misalnya Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin hingga Eropa Timur.

Maqin mengatakan sejalan dengan fokus pemerintah dalam mengembangkan program Destinasi Pariwisata Super Prioritas, LPEI turut memberikan dukungan melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

Dukungan Fasilitas PKE DPSP Labuan Bajo merupakan kolaborasi perbankan dalam bentuk sindikasi melalui skema Blended Financing, sehingga dengan alokasi dana PKE dapat mendukung pembiayaan bersama perbankan dengan total lebih dari Rp 1 triliun.

Maqin menjelaskan, laporan Kajian Pengukuran Development Impact Program PKE pada DPSP oleh InterCAFE Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan program PKE DPSP untuk Kawasan Pariwisata Labuan Bajo telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan baik di tingkat nasional, antara lain kontribusi terhadap peningkatan Produk Domestkk Bruto (PDB) sebesar Rp 437,3 miliar, penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.536 orang, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar Rp1,48 Triliun.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan