Minggu, 31 Agustus 2025

Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Jadi Pendorong Perekonomian Masyarakat

Labuan Bajo menjadi satu dari beberapa destinasi wisata terkemuka yang kerap dikunjungi pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tribunnews/Ibriza Fasti Ifhami
Kegiatan media briefing Kementerian Keuangan, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/7/2025). Pelaksana Tugas Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U. Norhadi mengatakan, LPEI menyalurkan dana senilai Rp500 miliar untuk mendukung pengembangan Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo. 

TRIBUNNEWS.COM, NTT - Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo menjadi satu dari beberapa destinasi wisata terkemuka yang kerap dikunjungi pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tak dipungkiri hal tersebut memantik perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Pengembangan Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo merupakan bagian dari pembangunan Program Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Labuan Bajo

Pembangunan dan pengembangan turut melibatkan peran dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sejak 2022 hingga 2024.

LPEI mendapatkan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) di kawasan tersebut. 

Dana senilai Rp500 miliar disalurkan untuk mendukung pengembangan Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo.

Pelaksana Tugas Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U. Norhadi mengatakan, hal tersebut dilakukan LPEI untuk mendorong penciptaan ekosistem pariwisata yang menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

“Untuk National Interest Account (NIA/PKE) di kawasan ini kami memberikan fasilitas sebesar Rp500 miliar. Dukungan fasilitas ini merupakan kolaborasi perbankan dalam bentuk sindikasi melalui skema blended financing,” kata Maqin, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/7/2025).

Penyaluran fasilitas tersebut, jelas Maqin, terbagi ke beberapa skema, yaitu Rp100 miliar diberikan untuk membiayai Hotel Meruorah dan area komersial, Rp300 miliar untuk membiayai proyek pengembangan baru meliputi Hotel Mid-Tier, area komersial, Marina dan penunjang, dan penjaminan kredit senilai Rp300 miliar.

Dampak dari dukungan tersebut, Maqin menyebut, menciptakan ekosistem pariwisata dan menghasilkan peningkatan PDB di kawasan tersebut menjadi Rp437,3 miliar. 

Dukungan tersebut juga berdampak pada sebanyak 6.536 orang terserap menjadi tenaga kerja. 

Pengembangan itu disebut berhasil mengurangi tingkat kemiskinan menjadi 1.014 orang, dan meningkatkan pendapatan rumah tangga menjadi Rp1,48 triliun.

PKE yang dilakukan oleh LPEI itu, kata Maqin, mendorong peningkatan jumlah penduduk bekerja di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 17.332 orang; menurunkan tingkat pengangguran di kabupaten yang sama sebanyak 663 orang; dan menurunkan tingkat kemiskinan di Manggarai Barat menjadi 16,74 persen.

“Jadi PKE ini meningkatkan kapasitas ekonomi domestik. Kita mendukung ekosistem pariwisata, mendatangkan turis. Karena kalau tidak dibangun infrastruktur yang bagus, mereka tidak akan datang. Jadi pembangunan dan pengembangan infrastruktur pariwisata ini dalam rangka mendatangkan devisa pariwisata,” tutur Maqin.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan