Petani Dieng Sukses Kembangkan Kentang Jumbo, Menang di Kontes Hari Pelanggan 2025
Para petani yang berhasil mengembangkan kentang jumbo ini membuktikan keberhasilannya di kontes kentang raksasa se-Dieng Raya.
TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA - Petani di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, sukses membudidayakan kentang jumbo dengan produktivitas tinggi yang ke depan akan mampu mengangkat kesejahteraan petani lokal di kawasan Dieng dan sekitarnya.
Para petani yang berhasil mengembangkan kentang jumbo ini membuktikan keberhasilannya di kontes kentang raksasa se-Dieng Raya bertajuk "Pestani Dieng Raya" yang berlangsung di Desa Kasimpar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (3/9/2025).
Kontes kentang jumbo ini juga sekaligus menjadi ajang unjuk gigi tentang keberhasilan panen petani Dieng dalam budidaya kentang sekaligus untuk membuktikan bahwa budidaya kentang yang tepat mampu menghasilkan panenanberukuran besar dengan produktivitas tinggi.
Kontes yang diselenggarakan bertepatan dengan perayaan Hari Pelanggan Nasional 4 September, ini diikuti oleh 175 petani dari lima kabupaten di wilayah Dieng Raya mencakup Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Batang dan Pekalongan.
Peserta juara 1 mampu meningkatkan produktivitas budidaya kentangnya hampir 10 persen. Jika pada panen sebelumnya menghasilkan panenan 16,5 ton per hektare kini naik menjadi 18 ton per hektare.
"Pestani Dieng Raya" ini merupakan puncak dari rangkaian acara lomba kentang raksasa yang telah dimulai sejak April hingga September 2025.
Komisaris Utama Petrokimia Gresik, Suhardi Alius yang hadir di kontes ini mengungkapkan, para peserta telah mendapat pelatihan teknis budidaya kentang sesuai prinsip Good Agriculture Practice (GAP) dengan menggunakan produk-produk unggulan dari Petrokimia Gresik.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menarik minat petani khususnya generasi muda untuk terjun di sektor pertanian dan menjadi tumpuan awal menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Lomba ini menegaskan Provinsi Jawa Tengah sebagai sentra produksi kentang yang memiliki kontribusi kuat dalam pemenuhan kebutuhan kentang nasional.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menambahkan, lomba ini menjadi motivasi bagi petani untuk memaksimalkan hasil panen mereka melalui penerapan teknologi pertanian modern.
Dengan ukuran kentang yang besar, diharapkan produktivitas meningkat, kesejahteraan petani juga bertambah.
Baca juga: Kabupaten Garut Berpotensi Dukung Swasembada Pangan Lewat Budi Daya Kentang
Menurutnya, kontes kentang raksasa ini juga sekaligus menjadi bentuk komitmen perusahaan mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai cita-cita Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
"Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri untuk terus berperan aktif membantu petani dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan petani kentang, khususnya di wilayah Dieng Raya,” kata Adityo Wibowo.
Kentang yang dibudidayakan peserta menggunakan pupuk unggulan Petrokimia Gresik seperti NPK Phonska Lite, ZA Plus, Phonska Cair, dan produk lainnya. Hasilnya pun menggembirakan.
“Alhamdulilah petani Wonosobo berhasil meraih juara 1 dan 3, sementara dari Banjarnegara juara 2," sebutnya.
Baca juga: Long Weekend, Jalur Wisata ke Dieng Padat Telaga Menjer Diserbu 1.000-an Wisatawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kontes-Kentang-OK.jpg)