Bantahan Gudang Garam soal Isu PHK Massal di Tengah Laba Perusahaan yang Terus Anjlok
Gudang Garam membantah adanya PHK massal seperti yang dinarasikan di media sosial. Bantahan itu dilakukan di tengah laba perusahaan yang terus anjlok.
Laba ini menurun dibanding di paruh pertama pada tahun lalu yang mencapai Rp50,02 triliun.
Selain itu, biaya pokok pendapatan masih tercatat mencapai Rp40,58 triliun termasuk beban pita cukai dan pajak rokok yang sudah mencapai Rp32,89 triliun.
Tak sampai di situ, Gudang Garam juga mencatatkan penurunan laba bruto perusahaan dari Rp5,07 triliun menjadi Rp3,78 triliun.
Ketika dikurangi pajak dan beban usaha lainnya, laba bersih yang diterima Gudang Garam hanya Rp120,2 miliar.
Gudang Garam juga masih menanggung utang yang didominasi jangka pendek senilai Rp18,7 triliun per 30 Juni 2025.
Adapun perusahaan ini mayoritas berhutang ke dua bank Himbara yakni Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp3,96 triliun dan Bank Mandiri senilai Rp436 miliar. Gudang Garam juga mencatatkan utang ke Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp803 miliar.
Sementara, utang lainnya yang masih ditanggung perusahaan yakni utang usah Rp611 miliar, utang pajak Rp20,9 miliar, hingga utang jangka pendek lainnya sebear Rp1,99 triliun.
Dengan utang yang menggunung tersebut, Gudang Garam harus menanggung biaya produksi dan upah karyawan hingga mencapai Rp6,82 triliun. Bahkan, perusahaan masih harus menanggung kewajiban berupa pita cukai dan pajak rokok yang mencapai Rp32 triliun.
Harga Saham Kini Cuma Rp8.800 per Lembar, Pernah Tembus Hampir Rp100 Ribu Tahun 2019
Loyonya Gudang Garam juga berdampak ke harga saham di bursa efek di mana terus mengalami penurunan sejak 2019.
Contohnya pada penutupan perdagangan, Kamis (4/9/2025), saham Gudang Garam hanya Rp8.800 per lembar.
Padahal harga saham Gudang Garam pernah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp91.000 per lembar pada 8 Maret 2019.
Baca juga: Viral Video Karyawan Gudang Garam Disebut Kena PHK, Perpisahan Penuh Haru
Adapun Gudang Garam pertama kali melantai di bursa efek pada 27 Agustus 1990 lalu. Bahkan saat pembukaan tersebut, harga saham perusahaan sebesar Rp10.250 per lembar.
Memang, kinerja keuangan Gudang Garam anjlok dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2024, Gudang Garam hanya mengantongi laba bersih Rp980 miliar atau turun 81 persen dibanding pencapaian laba di tahun 2023 yang mencapai Rp5 triliun.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Willy Widianto)(Kompas.com/Elsa Catriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gudang-garam_20170510_185425.jpg)