Minggu, 3 Mei 2026

Dony Oskaria Bongkar Alasan Konsolidasi BUMN: Supaya Punya Daya Saing

Dony tidak ingin sesama BUMN memiliki bidang usaha sejenis, tetapi malah tidak memiliki daya saing yang tinggi.

Tayang:
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
KONSOLIDASI BUMN - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Dony tidak ingin sesama BUMN memiliki bidang usaha sejenis, tetapi malah tidak memiliki daya saing yang tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Operating Office (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap alasan mengkonsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut dia, konsolidasi ini dilakukan agar BUMN memiliki daya saing yang lebih tinggi.

"Jadi, perusahaan-perusahaan sejenis terutama, akan kami lakukan konsolidasi supaya mereka memiliki daya saing," kata Dony ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Dony tidak ingin sesama BUMN memiliki bidang usaha sejenis, tetapi malah tidak memiliki daya saing yang tinggi.

Baca juga: Kementerian BUMN Dihapus, DPR dan Pemerintah Sepakat Bentuk Badan Pengelola Baru

Lantas, BUMN apa saja yang saat ini sedang dalam proses konsolidasi?

Ada merger subholding di Pertamina antara PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina Internasional Shipping (PIS).

Kemudian, konsolidasi juga dilakukan pada BUMN Karya melalui merger, sehingga nantinya hanya akan ada tiga perusahaan konstruksi dengan kondisi keuangan yang sehat.

Selain itu, Danantara tengah menangani persoalan di Krakatau Steel sekaligus menyiapkan langkah perbaikan untuk bisnis asuransi BUMN.

Menurut Dony, restrukturisasi dan pembenahan di sektor asuransi diperlukan karena adanya beban dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Ini akan kami lakukan proses penyehatan seluruh perusahaan," ujar Dony.

Tak hanya itu, terdapat pula rencana penggabungan dua maskapai pelat merah, yakni Pelita Air dan Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Managing Director dan Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar pernah bercerita mengenai konsolidasi berbagai BUMN di Indonesia.

Dalam proses konsolidasi ini, Reza bercerita bagaimana jumlah BUMN yang awalnya ada sekitar 700 sampai 800, seiring berjalannya waktu malah makin meningkat.

"Pada waktu kami datang, ada sekitar estimasi 700-800 BUMN. Setiap bulan kami analisa, kelihatannya makin lama makin banyak. Sekarang estimasi kami sekitar hampir 1.050 BUMN," katanya ketika memberi sambutan dalam acara seminar nasional yang digelar Lemhanas RI di Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).

Reza menjelaskan, jumlah besar tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan induk, tetapi juga dari anak, cucu, hingga cicit perusahaan BUMN.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved