Pengerjaan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh di Aceh Dikebut, Waskita Sebut Progresnya 51,88 Persen
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mempercepat proyek bangunan pengarah Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Ringkasan
- Proyek bangunan Pengarah Bendungan Rukoh senilai Rp677,34 miliar.
- Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh sebanyak dua paket pekerjaan.
- Tanpa bendung pengarah manfaat bendungan tak berjalan optimal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mempercepat proyek bangunan pengarah Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Realisasi proyek senilai total Rp677,34 miliar itu mencapai 51,84 persen per Oktober 2025, di mana proyek tersebut dibangun dalam dua paket pekerjaan.
Baca juga: Waskita Karya Catat Kenaikan Laba Bruto 14,4 Persen pada Kuartal II 2025
Pada paket pertama, perseroan telah mengerjakan saluran suplesi terbuka sepanjang 3.384 meter (m) dari total 4.097 m.
Sementara pada paket lanjutan, saluran suplesi yang sudah diselesaikan sepanjang 1.416 m dari 2.520 m.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan, pembangunan ini menjadi kunci utama agar Bendungan Rukoh dapat difungsikan secara menyeluruh.
Tanpa bendung pengarah, kata Ermy, manfaat bendungan yang telah lama dinantikan masyarakat itu belum dapat dirasakan secara optimal.
“Waskita Karya terus mempercepat pembangunan proyek bangunan pengarah, agar bisa segera mendukung fungsi Bendungan Rukoh. Bendungan berkapasitas tampung 128 juta meter kubik (m3) tersebut akan difungsikan untuk kebutuhan irigasi dan pengendalian banjir di wilayah sekitar Pidie,” tuturnya, dikutip Rabu (15/10/2025).
Kini Bendungan Rukoh sudah rampung dibangun dan siap mendukung kestabilan pasokan air irigasi yang mengaliri lahan pertanian seluas 12.194 hektare (ha).
Baca juga: Masuk Fortune SEA 500, Waskita Masih Tangani 52 Proyek Infrastruktur Aktif
Proyek senilai Rp1,7 triliun itu juga mampu mereduksi banjir seluas 51 ha atau mencakup tiga kecamatan yaitu Titeue, Keumala, dan Sakti.
“Keberadaan Bendungan Rukoh dapat meningkatkan produksi pertanian. Indeks Pertanaman (IP) diharapkan ikut naik dari 191 persen menjadi 300 persen, sehingga mendukung sasaran swasembada pangan pemerintah,” jelas Ermy.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memproyeksikan, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu akan menambah jumlah produksi pertanian tahun ini mencapai enam ton per ha. Sementara musim tanamnya ditargetkan sebanyak tiga kali dalam setahun.
Bendungan dengan genangan seluas 687 ha ini diharapkan bisa memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat Aceh. Apalagi, lanjutnya, proyek tersebut menyerap tenaga kerja lokal hampir 80 persen.
Sebagai informasi, sepanjang 2024 terdapat empat bendungan garapan Waskita Karya yang sudah diresmikan yaitu Karian, Margatiga, Leuwikeris, serta Temef.
Saat ini masih ada beberapa proyek Sumber Daya Air (SDA) yang tengah dibangun Perseroan, di antaranya Bendungan Jragung, Mbay, Bener, Irigasi Belitang Lempuing, dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Proyek-bangunan-Pengarah-Bendungan-Rukoh-di-Kabupaten-Pidie.jpg)