Sabtu, 25 April 2026

Kantongi 4,3 Miliar Dolar AS, India Puncaki Daftar Transaksi Tertinggi di Pameran Dagang TEI 2025

India tercatat menjadi negara dengan nilai transaksi tertinggi di pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

HO
INDIA TEI 2025 - Closing ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang berlangsung pada 15–19 Oktober di ICE BSD, Tangerang. India menjadi negara dengan nilai transaksi tertinggi di pameran dagang ini. Dok: HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - India tercatat menjadi negara dengan nilai transaksi tertinggi di pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengungkap India mengantongi nilai transaksi sebesar 4,30 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Kedua dari Belanda sebesar 3,90 miliar, ketiga dari Vietnam sebesar USD 3,30 miliar, [lalu] Filipina, dan yang terakhir Tiongkok," kata Roro dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/10/2025).

Baca juga: TEI ke-40 Resmi Ditutup, Transaksi Lampaui Target Capai USD 22,80 Miliar

Ia mengungkap total ada 8.045 ribu buyers dari 130 negara yang telah menyempatkan hadir dan berbelanja di TEI 2025.

Roro juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan memeriahkan TEI 2025 yang berlangsung pada 15–19 Oktober di ICE BSD, Tangerang, termasuk kepada masyarakat yang meluangkan waktu untuk datang ke ajang tahunan tersebut.

"Alhamdulillah kegiatan TEI 2025 berjalan dengan sukses. Ini menjadi peluang bagi kita semua agar produk Indonesia dapat lebih dikenal di kancah internasional," ujar Roro.

Selama 5 hari penyelenggaraan, TEI 2025 dikunjungi 34.550 orang dari 131 negara dan melampaui target 30 ribu pengunjung.

Baca juga: Pameran Dagang TEI 2025 Kantongi Transaksi Rp 376 Triliun, Dikunjungi 34 Ribu Orang dari 131 Negara

Dari total 8.045 buyer mancanegara yang datang dari 130 negara, Malaysia menjadi negara dengan jumlah terbanyak, yakni 769 orang.

Kemudian diikuti oleh Tiongkok sebanyak 605 buyer, India 594 buyer, Nigeria 509 buyer, dan Mesir 406 buyer.

TEI tahun ini mencatat transaksi sebesar 22,80 miliar dolar AS atau setara Rp 376,2 triliun menurut data per Minggu (19/20/2025) pukul 13.00 WIB.

Adapun produk yang paling diminati buyer meliputi produk pertambangan, logam mulia, minyak kelapa sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang.

Baca juga: Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Pamerkan Inovasi dan Kearifan Lokal

"Yang lebih menarik lagi, ternyata rata-rata buyer membeli produk pertambangan kita senilai 5,50 miliar dolar AS, logam mulia 2,70 miliar dolar AS, minyak kelapa sawit dan turunannya 2,30 miliar dolar AS, arang dan briket 1,60 miliar dolar AS, serta suku cadang 1,40 miliar dolar AS," ucap Roro.

Ia berharap dengan diadakannya TEI ke-40 ini produk Indonesia dapat lebih dikenal dan dipercaya oleh buyer dari luar.

Dengan begitu, produk Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi dapat menjadi primadona di kancah Internasional.

"Ya tentunya kami berharap dengan diadakannya TEI ke-40 ini produk-produk Indonesia dapat lebih dikenal, tentunya dikenal karena keunggulan produk tersebut ya," kata Roro.

"Jadi, kita harus memaksimalkan kesempatan ini melalui TEI, jadikan momentum ini agar produk Indonesia dapat lebih bagus lagi, inovatif dan berkelanjutan," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved