Jumat, 5 Juni 2026

Optimalkan Bonus Demografi, CEO Connect Bahas Strategi Pembangunan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia memiliki momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya di tahun 2045.

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Lita Febriani
TANTANGAN BONUS DEMOGRAFI - Forum CEO Connect sesi dua, bagian dari rangkaian 16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN yang digelar di Bentara Budaya Art Gallery, Palmerah, Jakarta, Selasa (21/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia memiliki momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya di tahun 2045.
  • Indonesia perlu memastikan penduduk usia produktif memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan.
  • Pemerintah menempatkan investasi pada pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan kerja sebagai tiga pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia memiliki momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya di tahun 2045.

Para pakar menilai, fase tersebut akan menjadi penentu apakah Indonesia dapat memanfaatkan ledakan populasi usia produktif untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi atau justru terjebak dalam stagnasi akibat ketidaksiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas RI Endang Sulastri menyampaikan, kunci keberhasilan bonus demografi terletak pada kualitas SDM.

"Dalam jangka waktu 15 tahun ke depan, fokus utama kita adalah memastikan penduduk usia produktif memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan," tutur Sulastri dalam acara 16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN, yang digelar di Bentara Budaya Art Gallery, Palmerah, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Endang, bonus demografi bukan hanya soal jumlah tenaga kerja, tetapi tentang kemampuan generasi muda beradaptasi dengan perubahan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

"Pemerintah menempatkan investasi pada pendidikan, kesehatan dan penciptaan lapangan kerja sebagai tiga pilar utama menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Guna memaksimalkan pencapaian bonus demografi, kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi ini juga menjadi sorotan.

HR Advisor Standard Chartered Indonesia Suryantoro Waluyo mengatakan, dari sisi perbankan, inklusi keuangan memiliki peran vital untuk memperkuat daya saing generasi produktif.

Ia juga menambahkan, sektor perbankan harus berperan aktif membuka akses pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha muda agar pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif.

"Bonus demografi harus diikuti dengan financial inclusion. Kami percaya akses terhadap pembiayaan yang adil, digital, dan berkelanjutan akan menjadi katalis bagi transformasi sosial-ekonomi Indonesia," jelas Suryantoro.

Sementara itu, kesiapan digital menjadi faktor lain yang tak kalah penting, terlebih akselerasi teknologi dan ekonomi digital saat ini memiliki peran vital.

CEO Hacktiv8 Juventia Vicky menyebut, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan nyata bila Indonesia mampu menyiapkan talenta muda yang produktif dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca juga: Kementerian Komdigi: Artificial Intelligence Berperan dalam Maksimalkan Bonus Demografi 

Dengan generasi muda yang melek teknologi dan inovatif, Indonesia berpeluang besar menjadi salah satu pusat inovasi digital dunia.

"Kolaborasi antara universitas, lembaga pelatihan dan industri adalah kunci menciptakan ekosistem talenta berkelanjutan. Selain kurikulum yang relevan, industri juga harus membuka ruang belajar bagi talenta muda," ucap Juventia.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved