Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Didesak Setop Impor Baja Konstruksi dari China dan Vietnam

Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia mendesak pemerintah bersikap tegas atas derasnya arus impor konstruksi baja dari Vietnam dan Tiongkok.

Tayang:
dok. HRS
IMPOR BAJA KONSTRUKSI - Ilustrasi baja jenis hot rolled coil (HRC) produksi Krakatau Steel. Serbuan impor konstruksi baja Vietnam dan Tiongkok sangat masif membanjiri pasar Indonesia dalam dua tahun terakhir, dengan volume sangat besar dan harganya tidak mencerminkan biaya industri yang wajar.  

 

Hal ini bertujuan drmi menjaga keberlanjutan kapasitas produksi baja Indonesia serta keamanan konstruksi jangka panjang.

"Tanpa kebijakan korektif, Indonesia hanya akan memiliki pasar baja, bukan industri baja. Dan pasar tidak pernah memiliki kedaulatan," kata Budi.

Data Impor Baja

Impor baja dari China melonjak signifikan dalam satu tahun terakhir.

Pada semester I 2024 saja, impor baja China meningkat 34 persen menjadi 2,98 juta ton dari sebelumnya 2,23 juta ton. Sepanjang 2023, volume impor baja dari China mencapai sekitar 4,16 juta ton.

Angka itu melonjak 35,4 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadikan China sebagai penyumbang terbesar terhadap total impor baja nasional, yaitu sekitar 28 persen.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China menjadi negara asal impor terbesar Indonesia pada awal 2025.

Pada Januari saja, nilai impor non-migas dari China mencapai 6,34 miliar dolar AS, setara 40,86 persen dari total impor nonmigas nasional.

Besi dan baja menjadi salah satu kontributor utama dalam struktur impor tersebut.

 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved