Minggu, 17 Mei 2026

Strategi MPPA Efisiensikan Bisnis Ritel Lewat Digitalisasi

Digitalisasi ini diimplementasikan di 130-an jaringan toko ritel Hypermart yang dikelola MPPA.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
dok. Lark
DIGITALISASI BISNIS RITEL - Mark Dembitz, General Manager Asia Pasifik Lark di acara penandatanganan kerjasama digitalisasi bisnis ritel PT Matahari Putra Prima Tbk dengan Lark di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan ritel dituntut untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan perubahan preferensi masyarakat yang makin dinamis.

Merespon tren ini, grup Lippo melakukan transformasi digital di bisnis ritelnya yang dikelola PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bekerja sama dengan Lark, perusahaan penyedia platform kolaboriasi untuk bisnis.

Digitalisasi ini diimplementasikan di 130-an jaringan toko ritel Hypermart yang dikelola MPPA dan akan digunakan oleh 6.000 karyawan kantor pusat dan jaringan toko ritelnya.

Strategi ini diharapkan bisa membantu perusahaan meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. 

Menurut Mark Dembitz, General Manager of APAC Lark, kerjasama dengan MPPA akan membantu tim Hypermart bekerja lebih cerdas dan cepat dengan menyederhanakan aktivitas operasional perusahaan.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kolaborasi sehingga perusahaan dapat lebih fokus ke pelanggan. 

Dia menilai, problem di industri ritel selama ini adalah komunikasi lintas tim kurang efektif, manajemen alur kerja kurang produkstif, serta operasional yang kurang efisien.

"Hal itu masih jadi tantangan utama yang dihadapi MPPA," ujar Mark seperti dikutip dari Kontan, Kamis, 23 Oktober 2025.

Dia menjelaskan, strategi transformasi digital yang akan dijalankan Lark di MPPA adalah dengan mengintegrasikan komunikasi antara kantor pusat dan toko untuk meningkatkan koordinasi dan kecepatan eksekusi.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan manajemen kerja dan pelaporan dengan Lark Base guna meminimalisasi hambatan dan kesalahan operasional.

Baca juga: Aprindo Keluhkan Pembatasan Impor, Bisa Matikan Industri Ritel

Selain itu juga menerapkan sentralisasi informasi dengan Lark Wiki sebagai sumber rujukan tata cara kerja baku (SOP) dan pembaruan terkini serta menghubungkan tim antar toko menggunakan Lark Moments untuk membangun budaya perusahaan yang lebih kuat.

Deputy CEO PT Matahari Putra Prima Tbk, Jerry Goei mengatakan, pihaknya sudah menggunakan solusi dari Lark selama dua bulan terakhir dan kendali operasional perusahaan menjadi lebih lancar dan cepat, komunikasi tim meningkat dan operasional menjadi lebih efisien.

Baca juga: Beras di Ritel Modern Kosong, Mentan Amran: Ada Pergeseran Pola Distribusi

Industri ritel yang juga sudah mengimplementasikan teknologi Lark adalah Mr.D.I.Y, untuk menghubungkan 40.000 karyawan di Malaysia, Indonesia dan Thailand.

Perusahaan ritel lainnya yang memakai Lark adalah Seven Corporation di Filipina untuk mengefisiensikan alur kerja di jaringan 4.100 tokonya. 

Laporan Reporter: Danielisa Putriadita | Sumber: Kontan

 

 

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved