Digitalisasi Pengelolaan Tenaga Kerja Dorong Perusahaan Beroperasi Lebih Efisien
Perkembangan teknologi digital mulai menggeser model pengelolaan tenaga kerja di berbagai sektor bisnis.
Ringkasan Berita:
- Perkembangan teknologi digital mulai menggeser model pengelolaan tenaga kerja di berbagai sektor bisnis.
- Proses rekrutmen hingga pemantauan kinerja tenaga kerja di lapangan bisa memanfaatkan sistem otomasi untuk mengatasi kompleksitas dalam manajemen tenaga kerja.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan teknologi digital mulai menggeser model pengelolaan tenaga kerja di berbagai sektor bisnis.
Sejumlah perusahaan mulai mengadopsi pendekatan berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Gilang Sanjaya, founder sekaligus CEO platform rekrutmen tenaga kerja SIMPEL mengatakan, kompleksitas dalam manajemen tenaga kerja sering kali menjadi kendala bagi perusahaan untuk berkembang optimal.
Menurutnya, banyak perusahaan harus menghadapi proses administrasi yang panjang dan koordinasi operasional yang tidak efisien.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mencatat peningkatan aktivitas operasional serta perluasan kerja sama dengan sejumlah perusahaan di berbagai sektor industri.
Hal tersebut turut mendorong penguatan sistem teknologi yang digunakan dalam pengelolaan tenaga kerja serta pengembangan layanan berbasis data.
Selain pengelolaan tenaga kerja, perusahaan juga mulai mengembangkan dukungan layanan lain yang berkaitan dengan kebutuhan operasional bisnis, termasuk pada bidang periklanan dan riset manajemen.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas ekosistem layanan yang dapat dimanfaatkan oleh mitra perusahaan.
Baca juga: Industri AMDK Tumbuh Stabil 5–8 Persen, Serap 46 Ribu Tenaga Kerja
Bisnis digital staffing yang dikelola di bawah bendera PT Kami Mitra Indonesia mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dia mengatakan, SIMPEL awalnya hadir sebagai penyedia layanan pengelolaan tenaga kerja bagi berbagai perusahaan dan berkembang dengan mengintegrasikan sistem teknologi yang memungkinkan pengelolaan tenaga kerja dilakukan secara lebih terstruktur dan terukur.
Baca juga: Jepang Terbuka Menerima WNI, Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Tenaga Kerja Asing Terbesar
"Melalui pemanfaatan sistem otomasi dalam proses rekrutmen hingga pemantauan kinerja tenaga kerja di lapangan, perusahaan berupaya menyederhanakan berbagai proses administratif yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia," ujarnya dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Pendekatan tersebut dinilai membantu perusahaan mitra dalam meningkatkan efisiensi operasional, khususnya pada sektor-sektor yang membutuhkan pengelolaan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Tahun ini pihaknya mempersiapkan langkah pengembangan berikutnya, termasuk rencana membuka pendanaan Seri B pada akhir tahun untuk memperkuat infrastruktur teknologi perusahaan serta mendukung ekspansi operasional dalam beberapa tahun ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Digitalisasi-pengelolaan-tenaga-kerja-di-perusahaan.jpg)