Sabtu, 18 April 2026

RI-China Sepakat Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Hingga 60 Tahun, Purbaya: Top!

Kabar mengenai kesepakatan restrukturisasi utang kereta cepat ini disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Tribunnews/Endrapta
RESTRUKTURISASI UTANG KERETA CEPAT - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025) malam. Ia merespons positif kabar yang disampaikan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebutkan China dan Indonesia sepakat merestrukturisasi utang proyek kereta cepat hingga 60 tahun. 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif kabar telah dicapainya kesepakatan Indonesia dan China untuk restrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Purbaya memuji dan menyebut hal itu sebagai sesuatu yang bagus. Apalagi, dalam negosiasi tersebut tidak ada keterlibatan Kementerian Keuangan.

"Bagus! Saya enggak ikut kan? Top!" katanya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025) malam.

Kabar mengenai kesepakatan restrukturisasi utang kereta cepat ini sebelumnya disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengklaim Pemerintah Indonesia dan China telah menyepakati skema perpanjangan masa pembayaran utang hingga 60 tahun agar beban keuangan proyek menjadi lebih ringan.

Purbaya menegaskan sebisa mungkin dirinya tidak ikut campur di dalam persoalan ini. Ia ingin ini diselesaikan secara business-to-business oleh pihak terkait.

"Saya sebisa mungkin enggak ikut (campur), biar aja mereka selesaikan business to business. Top!" ujar Purbaya.

Sebelumnya ketika ditemui di tempat sama, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai penyelesaian proyek utang kereta cepat Whoosh bukan sesuatu yang sulit.

Dony memandang penyelesaian utang ini bukan hal yang sulit karena secara perusahaan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memiliki EBITDA yang positif.

EBITDA merupakan hasil pendapatan perusahaan yang belum dikurangi oleh bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi

"Itu kan masalah yang menurut saya enggak terlalu sulit sebenarnya secara korporasi. Kan perusahaannya EBITDA positif, tinggal masalah cicilannya mau di mana kan itu saja," kata Dony ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

Baca juga: Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh, Danantara Bakal Kirim Tim ke China 

"Jadi enggak rumit dan pasti akan kami selesaikan," kata Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN.

Menurut dia, sudah ada tim dari pemerintah dan Danantara yang tugasnya bernegosiasi dengan pihak China untuk penyelesaian utang proyek kereta cepat. Di tim ini juga ada Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved