Kamis, 7 Mei 2026

Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh, Danantara Bakal Kirim Tim ke China 

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap akan mengirim tim ke China untuk menegosiasikan uang proyek kereta cepat

Tayang:
Endrapta Pramudhiaz
UTANG WHOOSH - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Dok: Endrapta Pramudhiaz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap akan mengirim tim ke China untuk menegosiasikan uang proyek kereta cepat. Tim ini berisikan perwakilan Danantara dan pemerintah.

Dony mengatakan saat ini pihaknya sedang mengatur waktu yang pas dan sedang didiskusikan lebih lanjut bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Kita sedang atur waktu. Hubungan kita juga bagus [dengan China]. Komunikasi bagus dan sebagainya," kata Dony ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

Dalam bernegosiasi, ia mengungkap pembicaraannya mencakup term atau syarat dan ketentuan penyelesaian utang.

Negosiasi tersebut juga membahas jangka waktu pinjaman, suku bunga, serta aspek yang berkaitan dengan mata uang.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah opsi penyelesaian utang tengah dikaji dan memastikan bahwa pilihan akhir yang diambil nanti akan menjadi yang paling menguntungkan bagi kereta cepat.

"Dalam kajian itu ada beberapa opsi, masing-masing tentu ada plus minusnya. Nah, semua alternatif ini nanti akan kita sajikan dan mana yang terbaik," ujar Dony.

Ia pun menilai penyelesaian proyek utang kereta cepat Whoosh bukan sesuatu yang sulit.

Dony memandang penyelesaian utang ini bukan hal yang sulit karena secara perusahaan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operatora kereta cepat atau Whoosh memiliki EBITDA yang positif.

EBITDA merupakan hasil pendapatan perusahaan yang belum dikurangi oleh bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi

"Itu kan masalah yang menurut saya enggak terlalu sulit sebenarnya secara korporasi. Kan perusahaannya EBITDA positif, tinggal masalah cicilannya mau di mana kan itu saja. Jadi enggak rumit dan pasti akan kami selesaikan," ucap Dony.

Ia pun mengatakan Whoosh telah memberi banyak manfaat. Per harinya, kereta cepat ini disebut bisa mengangkut 20 ribu hingga 30 ribu penumpang.

Hal itulah yang menurut Dony paling penting untuk dipahami oleh masyarakat.

Baca juga: Belajar dari Kisruh Proyek Kereta Cepat Whoosh, Pakar: Pemimpin Harus Buat Kebijakan Sesuai Periode

"Mengenai penyelesaian keuangan, menurut saya itu kan hanya opsi saja, tetapi yang paling penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa secara operasional, KCIC itu sudah membukukan positif secara operasional, sehingga tidak khawatir terhadap proses operasional," ucap Dony.

"EBITDA-nya juga positif. KCIC itu tinggal masalah utang pembangunan yang lalu yang tentu ada beberapa opsi [penyelesaiannya]," sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved