Kamis, 9 April 2026

Wamenaker Paparkan Strategi Buka 19 Juta Lapangan Kerja

Kemnaker konsisten jalankan strategi realisasikan janji buka 19 juta lapangan kerja di antaranya melalui program magang dan Tenaga Kerja Mandiri.

TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE
WAWANCARA KHUSUS - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat wawancara khusus dengan host Tribun Network di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Sabtu (22/11/2025). Dalam kesempatan itu, Afriansyah Noor menjelaskan sejumlah program Kementerian Ketenagakerjaan, di antaranya program magang nasional hingga persoalan perburuhan yang menyangkut upah minimum. Kemnaker konsisten jalankan sejumlah strategi merealisasikan janji membuka 19 juta lapangan kerja di antaranya melalui program magang dan Tenaga Kerja Mandiri. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE 

Ringkasan Berita:
  • Wamenaker Afriansyah Noor merealisasikan janji membuka 19 juta lapangan kerja.
  • Janji 19 juta lapangan kerja ini pernah disebutkan oleh Wapres Gibran.
  • Satu di antara program andalan yang sedang gencar dilakukan adalah pemberdayaan tenaga kerja melalui program magang dan Tenaga Kerja Mandiri.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) konsisten menjalankan sejumlah strategi, merealisasikan janji membuka 19 juta lapangan kerja.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam wawancara khusus dengan Tribunnews, beberapa waktu lalu.

"Itu janji yang pernah disebutkan oleh bapak Gibran (wakil presiden). Salah satunya adalah membuka lapangan kerja sebanyak 19 juta lapangan kerja," kata Afriansyah Noor.

Setahun terakhir, Kemnaker telah mengimplementasikan berbagai konsep untuk menciptakan kesempatan kerja. Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi juga peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI).

Salah satu program andalan yang sedang gencar dilakukan adalah pemberdayaan tenaga kerja melalui program magang dan Tenaga Kerja Mandiri.

"Kita latih di balai-balai kita. Kemudian setelah mereka dalam waktu sekian waktu berhasil dididik, dan mereka bisa berwirausaha, diberikan modal. Itu namanya Tenaga Kerja Mandiri Lanjutan (TKM Lanjutan)," Wamenaker menjelaskan.

Baca juga: Strategi Pemerintah Perluas Lapangan Kerja Lewat Investasi dan Program Produktif

Para peserta yang lulus pelatihan dan dinilai mampu berwirausaha akan menerima bantuan modal senilai Rp 15 juta.

"Diberikan modal 15 juta, sehingga mereka bisa untuk berdikari, membuka usaha sendiri, misalkan menjahit, kemudian membuat kue, apa lagi, banyak yang kita latih sesuai dengan keinginan mereka. Nah, ini yang sedang kita lakukan," ujarnya.

Menghadapi besarnya angka bonus demografi, pemerintah juga membuka peluang dengan memperluas penempatan PMI yang memiliki skill atau keterampilan khusus.

Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan berbagai negara untuk membuka lapangan kerja bagi PMI di sektor-sektor terampil. 

"Misalkan berangkat ke Jepang, Korea, kemudian Hong Kong, ke Saudi Arabia, dengan skill dan kemampuan. Jadi mereka itu pekerja yang membidangi hospitality," jelas Afriansyah.

Dia menekankan perubahan paradigma dalam pengiriman PMI. Pemerintah tidak lagi ingin mengandalkan tenaga kerja dengan skill rendah, tetapi fokus pada pekerja dengan kompetensi yang tersertifikasi.

"Konsep yang pernah saya sampaikan,kita tidak lagi mengirim tenaga kerja yang skillnya hanya setara dengan pembantu rumah tangga. Tapi betul-betul anak-anak kita yang punya skill kemampuan: nurse, caregiver, driver, kemudian juga tenaga security," ujarnya.

Dijelaskan presiden telah memerintahkan KP2MI (Kementerian Perlindungan Pekerja Pekerja Migran Indonesia) untuk segera melakukan pelatihan intensif.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved