Rabu, 15 April 2026

AiDEA Weeks 2025 Dorong Transformasi Bisnis dan UMKM Berbasis AI

Kecerdasan buatan (AI) kini dioptimasi untuk mendukung berkembangnya bisnis, industri kreatif, dan UMKM di Indonesia.

Tribunnews.com
OPTIMASI AI - Sesi diskusi membedah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di kegiatan AiDEA Weeks 2025, Kegiatan ini mengangkat tema “Embracing AI in Business & Industry" di Galeri Nasional Indonesia pada Jumat, 21 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kecerdasan buatan (AI) kini dioptimasi untuk mendukung berkembangnya bisnis, industri kreatif, dan UMKM di Indonesia.
  • AI membawa pengaruh yang luas, dari produktivitas hingga identitas kultural, dan perlu dipahami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
  • Kekuatan AI mampu mengubah strategi pemasaran modern, dari perencanaan hingga eksekusi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kecerdasan buatan (AI) kini dioptimasi untuk mendukung berkembangnya bisnis, industri kreatif, dan UMKM di Indonesia.

Bahasan ini menjadi topik mengemuka di penyelenggaraan kegiatan AiDEA Weeks 2025 yang mengangkat tema “Embracing AI in Business & Industry" di Galeri Nasional Indonesia pada Jumat, 21 November 2025.

Di kegiatan ini terdapat tiga sesi diskusi di pekan ketiga menghadirkan pandangan mendalam mengenai cara perusahaan dan pelaku usaha menavigasi perubahan zaman, di mana kecerdasan buatan tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi fondasi strategis dalam pengambilan keputusan, pemasaran, dan inovasi produk.

Sebelumnya, pada pekan I (7 November 2025) dan pekan II (14 November 2025) membahas masa depan pekerjaan, kreativitas, seni, musik, dan budaya. Diskusi di dua pekan tersebut menegaskan bahwa AI membawa pengaruh yang luas, dari produktivitas hingga identitas kultural, dan perlu dipahami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Survei KIC: Diskon dan Iklan Online Dorong Lonjakan Penjualan UMKM

Masukan taktis dari praktisi industri turut meramaikan narasi tentang penggunaan AI dalam dunia bisnis dan industri di pekan ketiga AiW. Salah satunya pendapat Freddie Kashawan, AI Driven Business Practioner, CEO Raveloux & Rave Tailor.

“Yang paling penting sebelum pilih Ai Tools adalah fundamental thinking, kemampuan mapping problem mana yang bisa solve sendiri, mana yang menggunakan Ai,” kata Freddie Kashawan di sesi kedua pekan ketiga AiW, bertajuk “Empowering Indonesia’s SMB with AI” dikutip Rabu, 26 November 2025.

Sesi pertama membahas kekuatan AI mengubah strategi pemasaran modern, dari perencanaan hingga eksekusi.

Para pembicara adalah Rifqi Wirawan, Creative Director Magis Creative Agency dan Michael Fabian, Lead Creative ALVA Maleo menyoroti bahwa AI generatif dan analitik kini mampu memberikan kemampuan baru bagi agensi dan brand, menciptakan kampanye yang lebih data-driven dan relevan secara emosional.

“Dalam kehidupan sehari-hari, posisi AI adalah tools. Yang menentukan apakah orang kreatif akan extinct karena AI, ya karena malas berpikir,” ungkap Michael Fabian, Lead Creative, ALVA Maleo.

Meski sering menggunakan AI, Dalam penggunaannya sehari-hari di industri kreatif, Michael membocorkan jika dia dan team masih mengedepankan manusia daripada AI.

“Human first, kami shooting masih dengan manusia, walaupun satu video kini bisa di translate jadi seribu manusia,” tambahnya memaparkan penggunaan AI di bisnis advertising yang ia kerjakan sehari-hari.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain kunci di kawasan, terutama jika kolaborasi antara startup,  “Pakai Ai jangan hanya tools-nya, tapi juga infrastrukturnya, make AI everyone's power,” ujar Irfan Reichmann, Founder Artifisial.com.

Ketua AiW 2025 Rayan Muktiaki menegaskan kembali bahwa keseluruhan rangkaian acara dirancang untuk membantu publik memahami AI secara lebih proporsional. “AI bukan ancaman atau mitos. Tugas kita adalah menjadikannya co-creator yang memperkuat nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Co-Chairman AiW sekaligus Pemimpin Redaksi Medcom Achmad Firdaus menambahkan bahwa keseimbangan tetap menjadi kunci dalam setiap langkah adopsi teknologi. 

“Kita membutuhkan optimisme sekaligus kehati-hatian. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat pemberdayaan, bukan tren sesaat," ujarnya. (tribunnews/fin)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved